Kutunggu Jandamu
Aku duduk dengan gelisah, kadang berdiri, berjalan pelan bolak-balik, sandar di dinding seperti cicak, kadang juga bertopang dagu dengan menyilangkan kedua kaki.
Tanpa terasa titik air merembes di sudut mataku, ikut merasakan betapa cobaan yang Allah berikan kepada Berlian sangat berat. Dulu, penglihatannya menjadi rusak sebab ulahku, lalu tidak lanjut kuliah, pindah tempat tinggal ke daerah terpencil seperti sekarang. Kini, suaminya meninggal, lalu keguguran, di saat pendamping hidupnya tak ada untuk menguatkan punggungnya.
Hot Chapters