Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pesugihan Tumbal Nyai

Pesugihan Tumbal Nyai

] Sambungan terputus setelah keduanya mengucap salam. Bu Nyai segera berlari ke aula pesantren. Saat ini tengah ada pertemuan dan Kyai Ilham tentu berada di sana. Dia lupa pada tubuhnya yang tak lagi muda, kabar baik itu seperti suntikan energi tersendiri sehingga langkah kakinya begitu ringan dibawa berlari. Kebetulan pertemuan baru saja selesai. Kyai Ilham tampak baru keluar dari aula. Dia langsung mendapati istrinya yang tersenyum dengan bahu naik turun.
48.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 216 Beses bilang jalan nyai balau
Read
+Library
Jin Qorin, Sang Kembaran Jiwa

Jin Qorin, Sang Kembaran Jiwa

Mereka berdua melangkah kedepan. Bayu melihat sekeliling. Dia melihat deretan bangunan dengan arsitektur yang aneh. Antara gabungan gaya Jawa kuno dengan sentuhan modern. Jalanan di tengah cukup luas mungkin sekitar dua puluh meter lebarnya. Jalanan terbuat dari sejenis batu yang disusun rapi. Banyak makhluk aneh yang berjalan di pinggir jalan. Bayu melihat makhluk yang seperti manusia ikan, manusia berkepala ular dan lain-lain. Seperti dia berada di dunia fantasi.
9.315.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 558 Beses bilang jalan nyai balau
Read
+Library
JALAN PANJANG DI UJUNG DESA

JALAN PANJANG DI UJUNG DESA

Tidak ada tujuan pasti, tapi di kepala Tama sudah ada rencana untuk mengarahkan motornya ke daerah kota. Mendapati sudah bebrapa jalan yang berlubang, kalau tidak salah Tama sudah menghitung ada tiga sampai di dekat Bali Desa. Dia bergumam dalam hatinya. “Dekremmah Bapak riah.” Mengeluhkan bapaknya dengan Bahasa Madura. Pak Hakim memang harus memerintah Kepala Dusun Krajan untuk mengerahkan warga sekitar begotong royong, memastikan selokan berfungsi dengan baik sehingga tidak ada air yang menggenang ke jalan yang sudah beraspal.
72.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 69 Beses bilang jalan nyai balau
Read
+Library
Klorofil

Klorofil

“B-baiklah terima kasih. Pasarnya…lumayan jauh. Tapi kita bisa tiba sebelum siang kok.” Nila menunjukkan arah tujuan mereka. Jalanan itu terletak di tepian hutan dan sangat sempit, karena hanya bisa dilalui satu orang. Di kiri jalan ada sungai yang deras sedangkan di kanannya terdapat tanah yang lebih tinggi dari jalan setapak tersebut. Sehingga jika lengah sedikit saja, siapa pun akan jatuh dan terbawa arus sungai. Namun, niat mereka kali ini harus dihentikan karena satu hal yang menghalangi jalan mereka. “Ya ampun…ini akan merepotkan,” gerutu Alva.
9.96.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 257 Beses bilang jalan nyai balau
Read
+Library
(Un)fortunately, You are my DESTINY !

(Un)fortunately, You are my DESTINY !

“Iyaaa, saya denger. Cuma itu dimana ya? Saya belum pernah dengar. Kamu sebutin jalan besarnya.” “Ehhm... dimana yaa” Ujar Alya sambil berfikir. Karena selama ini hidupnya tak jauh dari sekitaran lorong itu. Dia tak terlalu hapal jalan-jalan besar di sekitarnya. “Ituuu... lorong Flamboyan itu dekat terminal” Langit mengenyitkan dahi tanda ia masih belum mengerti. Alya kembali berfikir. ‘Oh iya, orang kaya kan mana tahu terminal dan lorong-lorong sempit tempat tinggalnya’
102.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 62 Beses bilang jalan nyai balau
Read
+Library
Istri Muda

Istri Muda

Kiya tersenyum, lalu mengusap pundak pemuda yang sudah sangat baik hati padanya. “Iya, kamu hati-hati di jalan. Terima kasih banyak untuk hari ini.” Mereka berpisah di sana. Kiya berjalan menuju gang rumahnya, sedangkan Jaelani juga berniat pulang ke rumahnya. Wanita itu menggenggam erat tas selempangnya yang berisi dua jenis alat tes pack yang lagi-lagi dibelikan oleh Jaelani.
1028.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 998 Beses bilang jalan nyai balau
Read
+Library
Jagat Kelana

Jagat Kelana

Bagitu juga wajahnya juga sudah segar dan bisa tersenyum. "Sebaiknya kita ke pendopo utama bersama, Nyai Ratu inginkan hal itu!" Palastri mengulum senyum lalu meraih jari jemari putrinya dan bergandengan tangan mengikuti langkah Galasbumi. Mereka bertiga berjalan tanpa suara menuju ke pendopo yang mana sudah ada Bajanglawu dan Zavia. Dari setapak yang lain terlihat Bledek dan Jaka pun sedang berjalan menuju pendopo. Sementara di bawah pohon keabadian Jagat mulai membuka kedua matanya.
1021.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 735 Beses bilang jalan nyai balau
Ipakita ang mga Review (10)
Read
+Library
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Ini adalah kisah petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Basahin ang Lahat ng Review
Lahirnya Kultivator Dewa Samudra

Lahirnya Kultivator Dewa Samudra

Ujar Kael tertawa pelan. Balsami ikut nyengir, senang jika jalan-jalan yang dirinya pandu tidak membosankan. Dia jadi menoleh pada Kael sebelum tertegun saat melihat wajahnya yang tertawa dengan helaian rambut pirang berterbangan lambat di sekitarnya. Kening Balsami mengerut samar bersamaan dengan perahunya yang sampai di muara air besar dengan patung Poseidon yang juga berfungsi sebagai air mancur—dibangun di tengahnya.
102.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 79 Beses bilang jalan nyai balau
Read
+Library
21 Days in Sukabumi

21 Days in Sukabumi

Akses melewati Cibala yaitu melewati Jembatan yang terbentang dari tepi sungai Kampung Tegal Loa melintas ke tepi sungai Kampung Cikeuyeup. Kata Bah Halim, Sungai Cibala ini sangat indah apalagi saat musim kemarau dengan air yang masih jernih dan alam yang masih asri. Sangat cocok bila dijadikan kawasan arum jeram. Di sungai itu juga terdapat batu yang dianggap mistis oleh masyarakat setempat, yaitu batu Bale Kamang.
9.810.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 209 Beses bilang jalan nyai balau
Read
+Library
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Kepalanya ditutup caping lebar, menyembunyikan ketampanannya di balik bayang-bayang. Suasana di alun-alun cukup ramai, tak terlihat seperti hari-hari biasa. Beberapa pedati yang ditarik lembu tampak melintasi jalan Pesiar Raya, jalan utama yang menghubungkan pela-buhan dengan Keraton. Jalan Pesiar Raya terbuat dari susunan bata.
98.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 248 Beses bilang jalan nyai balau
Read
+Library
PREV
1
...
456789
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status