Gelang Langit
Ia menatap gelangnya lama, lalu berkata lirih, “Mungkin langit bukan lagi tempat yang harus kutuju, Ayu. Mungkin yang harus kulindungi... adalah tempat di mana kalian berdiri.”
Angin malam membawa aroma daun basah dan tanah yang tenang. Di antara mereka bertiga, tak ada lagi kata-kata. Hanya kesadaran bahwa perjalanan berikutnya akan membawa mereka lebih tinggi, lebih jauh, dan mungkin... ke arah akhir dari semua gema yang pernah memanggil mereka.
Di atas langit, jalur cahaya itu mulai menyala lebih terang, menandai awal dari perjalanan baru menuju Puncak Langit.
Capítulos em Alta