SELUMBARI
“Kakak akan menceritakannya, duduk dulu yuk, di sana!”
Aku menunjuk bangku kosong di tepi jalan. Jalan di area perumahanku terbuat dari batako yang tersusun rapi, bukan beton atau aspal. Apalagi tidak ada trotoar khusus untuk pejalan kaki, jadi tidak batas yang jelas antara jalan dan trotoar. Namun tidak apa, toh, ini perumahan, jadi tidak mungkin ada orang yang membawa kendaraan ugal-ugalan. Hampir di sepanjang jalan perumahan adabangku-bangku yang sengaja dibuat di depan rumah-rumah dengan jarak tertentu. Vian mengangguk, kami berjalan menuju bangku tersebut. Beberapa tetangga yang lewat menyapa kami ramah, kami balas menyapa, membiarkan mereka lewat.
Bab Populer