Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Selain musim hujan, juga musim matoa, alpukat dan cermai. "Jambu airnya juga sudah berbuah lho, Non." terang Mbah Mi dengan penuh semangat, "Buahnya lebaaattt banget je, Non." Terangnya lagi dengan penuh semangat, "Kepingin nggak Non, eh, Non ngidam apa? Nggak rewel kan bayinya? Nggak pengin yang aneh-aneh …?" Dug!
1020.4K viewsCompletedAdded to Library 694 Times as jamu becak
Read
+Library
JODOH HASIL RAMPASAN

JODOH HASIL RAMPASAN

"Tamu ibuku yang membawa. Sepertinya tidak ada yang memakan." Ou, jadi ini hanya barang bekas yang tidak terpakai? Bodoh sekali aku, sampai berpikir bahwa Bima seperhatian itu saat berkunjung ke rumahku. Tapi baguslah. Setidaknya teman-temanku ini tahu diri. Tak mau membuatku repot sebagai tuan rumah yang sudah bersedia menampung pendekatan awal mereka.
1043.5K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as jamu becak
Read
+Library
Jatah Secangkir Beras Di Rumah

Jatah Secangkir Beras Di Rumah

Tapi tidak dengan putrimu! "Lho, kok mobil siapa?" Tanya Bu Fatimah. Wajah mas Ilham langsung pucat seketika. Aku hanya senyum-senyum saat mas Ilham menoleh padaku seolah meminta pembelaan. Segera kualihkan tatapan. "Bukan mobil baru, Zizah. Ngarang aja! Ini Papa pinjam mobil teman. Mobil kita lagi service dulu." Jawab Ilham.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as jamu becak
Read
+Library
Keturunan 100 kg

Keturunan 100 kg

" Jamu memang rasanya aneh, tapi khasiatnya luar biasa. InsyaAllah, nanti kamu rasakan enteng badannya." Aku menatap haru wanita yang membantuku ini. Salut bercampur bangga, sosok yang sudah berumur ini semangatnya luar biasa. Aku sampai malu sendiri jika masih banyak mengeluh selama ini. "Mbok, besok Dara ikut ke pasar ya? Mau bantu Simbok jualan jamu," ucapku. "Ndak usah, di pasar panas, berjubel banyak orang. Nanti kamu nggak betah lama di sana, nunggu pembeli kadang butuh kesabaran loh."
104.9K viewsCompletedAdded to Library 117 Times as jamu becak
Read
+Library
BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

Aku menoleh ke sumber suara. "Iya mas. Loh, mas Zaki belum berangkat?" "Hari ini mas mau menjual hasil getah kita, Kamu mau ikut atau tunggu di rumah?" Tanyanya kepadaku. "Di rumah aja lah mas. Gak lama kan?" "Yakin, gak takut nanti kalo di tinggal pergi? Tergantung datangnya toke dari luar." Sebenarnya aku sedikit takut jika berada disini sendiri, akan tetapi jika memutuskan ikut pergi rasanya tidak kuat dengan aroma getah karet yang cukup banyak itu.
1013.7K viewsCompletedAdded to Library 383 Times as jamu becak
Read
+Library
Tebusan Sang Don Kejam

Tebusan Sang Don Kejam

Romero Romano, bos mafia terbesar yang begitu kejam dan tidak pandang bulu jika ingin menghabisi musuhnya di negara ini. “Berapa jumlah yang kau butuhkan?” Kaera mendongak pelan. Mr. Romero tersenyum tipis. “Sembilan ribu dollar... bisakah Anda meminjamkannya padaku? Aku janji akan mencicilnya setiap bulan dari gajiku,” ucap Kaera polos. Mr. Romero terkekeh pelan. “Gadis bodoh yang sangat polos. Berapa ratus tahun yang kau butuhkan untuk melunasinya dengan gaji pelayan kafe?” Kaera menggeleng lemah.
76 viewsOngoingAdded to Library 2 Times as jamu becak
Read
+Library
Bu, Jangan, Juna Masih Muda!

Bu, Jangan, Juna Masih Muda!

balas Ibu Arini dengan suara lembut yang kembali anggun. Juna segera keluar melalui pintu belakang, lalu menyalakan mesin sepeda motor tuanya yang batuk-batuk membelah jalanan aspal menuju rumah kontrakannya sekadar mengambil keranjang plastik berisi botol-botol jamu. Alasannya, profesinya sebagai penjual jamu keliling di desa tidak boleh terhenti begitu saja meskipun dia baru saja menerima bayaran puluhan juta dari sang guru idola sekolah. 'Duh Gusti, biarpun dompet sudah tebal, tapi kalau emak di rumah tahu aku malas jualan, bisa-bisa punggungku digebug sapu ijuk!' batin Juna overthinking sepanjang jalan.
67.3K viewsOngoingAdded to Library 174 Times as jamu becak
Read
+Library
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

teriak salah satu teman kulinya. "Jackpot luar biasa, Kang! Jamu janda kembang emang nggak pernah bohong!" jawab Madun sambil tertawa terbahak-bahak, lalu ia mulai mengangkat karung beras pertamanya dengan tenaga yang seolah-olah baru saja diisi penuh oleh mesin turbo.
5.4K viewsOngoingAdded to Library 171 Times as jamu becak
Read
+Library
JEBAKAN MADU SANG GIGOLO

JEBAKAN MADU SANG GIGOLO

Ia dapat merasakan ponsel di saku celananya bergetar beberapa kali, Jason pasti berusaha menghubungi terus-menerus karena ia sudah melewati waktu yang ditentukan. Setiba di tempat, ia memarkirkan sepedanya di samping cafe. Sejenak ia mengagumi bangunan sederhana di depannya, sebuah bangunan bata putih dua lantai dengan kanopi berwarna merah di sepanjang sisinya, meja dan kursi dari bahan kayu bercat putih diletakkan di bawah kanopi tersebut dan terlihat beberapa pasangan duduk disana menikmati makan pagi dan kopi mereka sambil mengobrol.
104.6K viewsCompletedAdded to Library 115 Times as jamu becak
Read
+Library
Aibku Ditukar Dengan Madu

Aibku Ditukar Dengan Madu

Tidak seperti biasanya mertuanya tampak girang saat mendengar deru mobil Arfaaz. "Untung kamu pulang cepat hari ini Faaz." "Memangnya kenapa Ma?" "Duduklah dulu disamping istrimu," perintah Tami. Naina dan Arfaas sama-sama bertanya dalam hati. Ada apa gerangan? Tiba-tiba Tami merogoh tas besarnnya itu. Lalu mengeluarkan dua botol minuman. "Ini jamu untuk kesuburan. Minumlah agar kalian cepat diberi keturunan."
1021.8K viewsCompletedAdded to Library 523 Times as jamu becak
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status