Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan
Aroma masakan itu membuat perut siapa pun yang lapar langsung bergejolak, termasuk Jemmy yang dari tadi berusaha menahan diri agar tidak terlihat terlalu menikmati aroma rumah yang begitu “hidup”
Ia duduk dengan sopan di kursi ujung meja, sementara Ariana duduk di samping ibunya, dan Adelia tepat di seberang mereka.
“Silakan dimakan, Nak Jemmy. Jangan sungkan, ya. Kami memang tidak punya makanan mewah seperti di rumah besar itu,” ucap Melly dengan senyum hangat khas seorang ibu.
Jemmy menggeleng cepat sambil tersenyum kecil. “Ah, tidak, Bu. Justru makanan seperti ini yang paling enak. Sudah lama saya tidak makan masakan rumahan seperti ini.”