Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sampai Kapanpun, Aku Tetap Milik Ibuku

Sampai Kapanpun, Aku Tetap Milik Ibuku

Daffa bertutur sembari meremas jari Lean. Lean menghembuskan nafas panjang, berusaha meredam gejolak serta membuang emosinya. Daffa benar, membawa dendam dalam hidup hanya akan membuat penyakit hati. Sekali lagi, Lean menghela nafas lalu membuang secara perlahan. Berharap semua beban, semua dendam, dan semua marah, hilang seiring dengan hembusan nafasnya. "Iya, Mas. Lean akan berusaha melupakan masa lalu. Tolong bantu Lean ya, Mas!"
1033.7K viewsCompletedAdded to Library 706 Times as jangan dendam
Read
+Library
Balas Dendam Yang Salah

Balas Dendam Yang Salah

Bab 26 Balas Dendam Yang Salah Rasa Yang Ada Andini mencebik kesal. Lantas mematikan sambungan ponselnya. Tapi, baru saja dia meletakkannya. Benda pipih itu kembali berderit memanggilnya. "Kalau kau hanya hendak marah-marah. Tak perlu menghubungiku, Ian. Kau yang menyuruhku menikah, bukan. Jadi kau tanggung akibatnya!" ocehnya lirih.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as jangan dendam
Read
+Library
Antara Dendam dan Cinta

Antara Dendam dan Cinta

Dia meremasnya pelan, seakan berusaha menyalurkan semua perasaannya saat ini. “Ma, sekarang aku tinggal dengan bajingan itu. Kami terasa dekat sekali, padahal hati ini menyimpan banyak dendam dan benci yang seakan mendarah daging. Mama tidak akan marah kan jika aku membenci lelaki bajingan itu?”
1015.0K viewsCompletedAdded to Library 344 Times as jangan dendam
Read
+Library
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

Dendam dan ambisi. “Tapi untuk apa semua ini?” tanya Mardian tiba-tiba. Semua orang menoleh ke arahnya, menunggu. “Jika yang kita lakukan adalah untuk membalas dendam, itu adalah kesalahan,” lanjut Mardian. “Kebencian melahirkan kebencian yang lain, satu pembalasan dendam memicu pembalasan dendam yang lain. Mata rantai ini akan terus berlanjut, sulit terputus. Satu-satunya perlawanan yang berarti dan bernilai di dunia yang berprikemanusiaan tak pasti ini adalah tetap menjadi manusia terlepas dari perjuangan menegakan keadilan itu sendiri. Karena itulah jangan cemari perjuangan mulia ini dengan dendam atau kebencian.” “Apa yang kau bicarakan, Mardian?” sergah Parta. “Jangan melemahkan semanga
105.3K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as jangan dendam
Read
+Library
Sang Penakluk

Sang Penakluk

ucap Jan bijak. Indira tertegun akan niat baik Jan yang justru menuntun mereka untuk memperbaiki hubungan dengan Alden. “Kamu tahu aku juga masih belum bisa maafin dia kan?” tanya Indira. Jan mengangguk dengan senyum. “Aku tahu banget, Ndi. Intinya, jangan pernah menyimpan dendam. Nggak baik buat Renzo juga. Kita sebagai orang tua, harus memaafkan lebih dulu, baru nanti Renzo mengikuti. Ok?”
1046.4K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as jangan dendam
Read
+Library
Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Pesan Kotor Di Laptop Anakku

cetusku geram sambil menahan deru amarah di dada. “Ario, Ika, jangan menaruh dendam yang terlalu dalam kepada manusia. Kita lebih baik berdoa agar masalah yang tengah menimpa Ika, lekas Allah berikan jalan keluar,” nasihat Mami dengan nada yang sangat bijak. Dendam tetaplah dendam. Aku tak lagi peduli apakah itu baik atau tidak. Jelasnya, nama Papi sudah kukubur dalam-dalam dan tak ada lagi dirinya dalam hatiku.
1065.5K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as jangan dendam
Read
+Library
BAYI TETANGGA MIRIP SUAMIKU

BAYI TETANGGA MIRIP SUAMIKU

“Untuk apa? Dendam hanya akan menimbulkan luka baru yang tak berujung. Aku atau dia akan sama-sama tersakiti, lalu saling membalas. Sayang jika waktuku terbuang sia-sia untuk mengurusi hal seperti itu. Kata temanku, membalas dendam paling baik adalah dengan cara membahagiakan diri sendiri. Kalau bisa, buat diri kita sebahagia mungkin,” Seolah menyindir, kalimat yang mengalir dari bibir Mas Angga berhasil membuatku terperangah. Tak menyangka jika laki-laki yang sedang terluka bisa sebijak itu. Seperti mengalah tanpa sedikit pun menyimpan dendam. Sejenak, kupejamkan mata ini sekedar untuk merenungi apa yang baru saja kudengar. Dia benar. Dendam hanya akan membuat kita semakin terluka. Namun, a
9.1119.7K viewsCompletedAdded to Library 3.6K Times as jangan dendam
Read
+Library
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

Kalla yang tidak suka dengan penindasan gemas sendiri melihat ibunya waktu itu. “Nggak baik menyimpan dendam di hati kamu, karena itu bisa menghancurkan diri kamu sendiri. Nanti juga yang pernah nyakitin kita sadar setelah terima balasan perbuatannya dari Tuhan. Yang perlu kamu ingat semua yang kita tabur, pada akhirnya akan kita tuai juga.”
1087.9K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as jangan dendam
Show Reviews (34)
Read
+Library
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Yoshi Dwi Ramadani
hai kak beb, br baca cerita ini gegara liat chap terakhir ceritamu di hello, husband. semoga aku bisa nyelesain ini, penasaran Ama cerita Kalla n om Reyga hehe... awal chapter aja udah menarik hati,, semangat berkarya terus kak beb...<3
Read All Reviews
BANGKITNYA SANG MENANTU HINA

BANGKITNYA SANG MENANTU HINA

Sekurang-kurangnya dia sudah intropeksi diri. "Kenapa harus dendam? Saya gak ada sedikitpun menaruh dendam kepada siapapun yang telah menzolimi saya, Bu. Karena Allah SWT sangat membenci orang yang pendendam. Lagi pula sifat pendendam sangat membahayakan dan merugikan orang lain," ujarku sambil membersihkan baju bekas lumpur sawah yang akan membuat badan akan bau. Bau ciri khas seorang petani tulen. "Terima kasih, jika begitu, Nak. Terima kasih karena kamu tidak dendam terhadap Ibu dan keluarga," ujarnya dari ujung sana.
9.523.9K viewsCompletedAdded to Library 691 Times as jangan dendam
Read
+Library
Jangan Membenci Cinta

Jangan Membenci Cinta

Bee memberi ide. Jadi ini sebetulnya yang lagi berantem siapa sih? Kenapa Bee bisa sesantai itu menghadapi Renata tidak ada rasa dendam atau benci bahkan ingin menemaninya yang saat ini masih menangis meraung-raung seperti orang patah hati yang sedang mabuk. Bee hanya kasian kepada Zidan yang harus mengurusi orang mabuk sedangkan pestanya masih berlangsung. “Ya ampun Akbi, lo nemuin bidadari cem gini di mana sih? Gue pengen satu,” Zidan membatin.
1054.6K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as jangan dendam
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status