BAYI TETANGGA MIRIP SUAMIKU
“Untuk apa? Dendam hanya akan menimbulkan luka baru yang tak berujung. Aku atau dia akan sama-sama tersakiti, lalu saling membalas. Sayang jika waktuku terbuang sia-sia untuk mengurusi hal seperti itu. Kata temanku, membalas dendam paling baik adalah dengan cara membahagiakan diri sendiri. Kalau bisa, buat diri kita sebahagia mungkin,”
Seolah menyindir, kalimat yang mengalir dari bibir Mas Angga berhasil membuatku terperangah. Tak menyangka jika laki-laki yang sedang terluka bisa sebijak itu. Seperti mengalah tanpa sedikit pun menyimpan dendam.
Sejenak, kupejamkan mata ini sekedar untuk merenungi apa yang baru saja kudengar. Dia benar. Dendam hanya akan membuat kita semakin terluka. Namun, a
Hot Chapters