Aku Tak Mau Lagi Jadi Bayang-bayang
Aku menangkap pergelangan ayahku.
"Cukup." Suaraku sedingin es. "Mulai hari ini, kita impas."
Ayah menatapku, marah dan tak percaya.
"Kamu gila!"
"Nggak. Aku sadar," kataku sambil melepaskan tangannya. "Lebih sadar dari sebelumnya."
Dia terhuyung mundur, menunjukku dengan gemetar. "Kamu akan menyesalinya. Tanpa keluarga, tanpa perlindungan, kamu bukan siapa-siapa!"