JATUH CINTA PADA ISTRIKU YANG DULU KUHINA GENDUT
“Kamu bisa membawa Agni, Arfan! Bukan malah kabur tanpa bicara apa pun! Agni istrimu yang wajib kamu bahagiakan! Jangan bikin Ibu marah dan kecewa sama kamu, Ar. Kasihani juga ayahmu yang sudah meninggal. Turuti permintaan terakhirnya dengan cara yang baik, Ar.”
Suara Ibu kian merendah. Aku melihat matanya mulai berkaca-kaca. Tak tega sebenarnya, tapi ini masalah hati. Aku pun sakit kalau harus memaksakan diri. Apa hanya Ibu sebagai orang tua yang bisa egois dan memaksakan kehendaknya?
“Aku maupun Agni nggak saling cinta, Bu. Lagian, Agni juga punya pacar. Mana mungkin hati kami bisa bersatu. Aku juga nggak bakalan suka sama dia. Dia bukan tipeku, Bu.”