Menuju Matahari
Panembahan Singgih tertawa pelan, dengan tangan mengambil nasi urap di piring, lalu memasukkannya ke mulut.
“Itu berada di ranah berpikir yang melompati akal pikir itu sendiri,” katanya sambil mengunyah nikmat. “Dalam istilah Jawa, namanya ilmu Tapak Sewu. Dalam khasanah mistik sufi Arab Islam, itu disebut Tay Al Arz. Kita melangkah setapak, namun sejatinya menempuh jarak ratusan atau bahkan ribuan pal di alam dunia nyata. Maka dalam sekejap sekedipan mata, kau menempuh jarak sejauh Pasir hingga Cakrabuana—yang bila dikerjakan dengan cara wajar, akan butuh, itu tadi, dua hari perjalanan.”