Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DIKIRA GELANDANGAN TERNYATA PEWARIS TUNGGAL

DIKIRA GELANDANGAN TERNYATA PEWARIS TUNGGAL

Jemima tampak memilih-milih kedua bungkusan mie instan itu, lalu dia mengangguk-angguk sendiri. “Oh iya, nama kamu siapa?” “Namaku Jemima, kamu bisa memanggilku Jemi.” Ungkap Jemima, entah kenapa dia merasa senang saat ada seseorang yang bisa diajaknya bicara seperti ini. Hump… mulutnya benar-benar tak bisa diam. Batin pria itu sambil menghela napas. “Hey! Nama kamu siapa?” “Namaku Jemi.” Tegurnya lagi.
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai jemari
Baca
+Pustaka
Wanita Bercadar Itu, Istriku

Wanita Bercadar Itu, Istriku

Gegas kuangkat benda pintar tersebut setelah melihat nama Mama yang terpampang di layar. "Ya, Ma?" [ Cepat pulang, Emir! Ada seorang wanita yang menunggumu di rumah! ] "Wanita? Siapa?" [ Mama gak kenal. Tapi dia mengaku bernama Kiyomi, teman kamu dari Tokyo.] Kiyomi? Ya Tuhan, jadi dia nekat datang ke Indonesia? * * 🍁🍁🍁🍁
1029.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 828 kali sebagai jemari
Baca
+Pustaka
Wanita Bayaran

Wanita Bayaran

gumam Rai, dengan tangan yang mengepal. "Hei, Bro. Kau tidak apa-apa?" Jeremy terlihat khawatir. "Hei, siapa namamu?" Rai balik bertanya. "Maksudmu, aku?" Jeremy menunjuk dirinya sendiri. "Iya, kau. Memang siapa lagi yang ada di sini?" kesal Rai. "Oh ... aku Jeremy. Kau bisa memanggilku Jemz." Jeremy mengulurkan tangan. Tapi Rai tak terlihat akan menyambutnya.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai jemari
Baca
+Pustaka
Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan

Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan

[Embers #003 ‘Jelmaan Dewa’ – Kode Nama: Poseidon Sang Laut Primordial] “Rasanya sudah lama sejak terakhir kali aku melihat Embers yang dikode angka dengan benar,” celetuk Muramasa mendapati jendela pengenalan itu muncul bersamaan dengan wujud raksasa Poseidon. “Meskipun begitu, kita yang sekarang akan bisa mengalahkannya, kan?” tanya Dumas menyeletuk. “Iya,” Marie yang menjawab, “Demi temanku!”
10556 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai jemari
Baca
+Pustaka
Teman Sekamar Selebriti (Indonesia)

Teman Sekamar Selebriti (Indonesia)

Suara tawa yang renyah keluar dari bibir pria tinggi berkaos singlet, yang memiliki kulit sewarna tembaga hasil dari sentuhan sinar matahari. Mendengar suaranya dia memang Jeremiah Marchetti. Suaranya rendah dan berat, itu ciri khas dari Jeremiah, saudara kembar Benjamin Marchetti yang bekerja sebagai penjaga pantai. Dia sebenarnya berpotensi sebagai penyanyi, seperti ibunya, Brielle Marchetti, tetapi alih-alih mengikuti jejak ibu dan kakaknya yang terjun ke dunia entertainment, Jeremiah lebih memilih menjadi penjaga pantai. “Jeremi, kenapa wajahmu mirip dengan Benjamin?”
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai jemari
Baca
+Pustaka
Seuntai Janji

Seuntai Janji

64 *Grup EMERALD* Jauhari : Selamat datang, Semua komisaris. Beni : Salam hangat dari London. Faruq : Perkenalkan, saya, Faruq. Manajer marketing EMERALD. Naveen : Dan saya, Naveen. Manajer umum. Bryan : Aku, komisaris juga, ya? Jauhari : Iya, @Pak Bryan. Bryan : Lupa aku. Pokoknya nyetor aja duit ke Varo. Terserah dia mau beliin saham perusahaan mana.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai jemari
Baca
+Pustaka
GEMA JATI

GEMA JATI

Cengkeraman tangan lepas, jemari Adipati Dristan berpindah mengelus pelipis Jati yang bebas darah. “Aku benci matamu. Tatapanmu pun tidak kusuka.” Seolah tidak mengharapkan tanggapan, jemari Adipati Dristan bergerak turun, mengelus bibir Jati yang nyaris seluruhnya tertutupi darah. “Bibirmu cantik. Terlalu cantik.” Jemari putih itu berpindah lagi, bergerak ke pipi Jati. “Baru remaja, wajahmu sudah sangat menawan. Kamu pasti akan jauh lebih menawan saat dewasa, mungkin beberapa tahun yang akan datang.”
331 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai jemari
Baca
+Pustaka
Selìni

Selìni

Siapa yg sekeji itu melakukan hal jahat semacam ini? Di tengah tangis, nampak sesuatu yg berkilau tak jauh dari tempatnya terduduk. Dengan pandangan kabur karena air mata, Eleanor meraihnya. Jemarinya gemetaran menggenggam benda berukuran kecil itu. Badge. Lencana tanda identitas. Tak jelas pack atau kelompok mana, tapi ini adalah bukti yg cerobohnya tertinggal.
901 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai jemari
Baca
+Pustaka
MENJEMPUT ISTRIKU

MENJEMPUT ISTRIKU

Langit di luar berwarna jingga pekat saat pintu kayu berat itu terbuka, dan Marek melangkah masuk, mengguncang salju dari ujung mantel bulunya. Beberapa kepala mendongak. Pengembara hanya melirik sekilas, tapi para penduduk asli Megrav yang mengenalnya langsung menyapa dengan senyum ramah. ''Selamat sore, Marek!'' seru Pak Rollo, tukang sepatu tua yang duduk di pojok bersama istrinya. ''Ah, sore, Pak Rollo. Kau masih ingat janjimu untuk memperbaiki sepatu suamiku?'' balas Marek dengan senyum kecil.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai jemari
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Aku tercengang membaca pesannya, mana mungkin Amira membeli perdana dari sana, sedangkan dia saja orang asli Kalimantan. "Ada nama pemiliknya? Bisa kamu lacak?" tanyaku. "Sepertinya itu nomor sekali pakai. Nomornya juga sulit di lacak, namun ada pemiliknya, itupun juga warga sana!" "Siapa namanya?" tanyaku. "Romina, kelahiran tahun 1945." Aku mendesah berat, siapa sebenarnya orang ini, mengapa ia meneror Alenaku.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 590 kali sebagai jemari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status