BUKAN HASRAT SUAMIKU
Gifanny berusaha menekan kegeraman, dia masih bicara dengan gaya seperti biasa, pelan tapi terdengar tegas.
Joanna tidak hirau dengan kata-kata Gifanny, walau ia dapat menangkap segala makna dari kalimat itu, tatapannya begitu luruh pada pintu berukir klasik tersebut.
"Apa salahnya aku mengusahakan keinginan anakku, Glarissa setiap saat menginginkan Mommy dan Daddynya bersatu ... G dulu juga sangat mencintaiku...." Semakin pecah tangis Joanna di ujung kalimat, dan itu sungguh membuat Gifanny tergelak.