Benih Siapa di Rahim Istriku?
Dari pada terus memikirkan ucapan Hamzah, lebih baik pergi dan kembali mencari pekerjaan.
Melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan, melihat masih adakah waktu untuk diri ini pergi ke sebuah perusahaan yang ada di ujung jalan. Semoga saja kali ini berhasil.
Mobil aku parkiran di halaman sebuah gedung bertingkat lima. Gegas mengambil CV yang aku letakkan di jok mobil belakang, berjalan setengah berlari ke dalam menemui HRD perusahaan. lumayan mengantri. Tapi aku yakin, pasti diriku lah yang akan diterima, sebab dari tampang para pelamar yang lainnya terlihat sangat kampungan juga tidak berpengalaman. Sepertinya mereka baru saja lulus kuliah, karena wajah mereka masih terlihat muda.