Sang Junjungan
Panggil Tini dari luar, saat aku hendak melanjutkan menjahit sepeninggal Bang Adi berangkat kerja.
"Iya, Tin. Masuk!"
"Sum, aku minta tolong, dong! Aku lagi butuh banget, nih!"
"Ada apa, Tin? Kok, kayaknya kamu panik banget?"
"Iya, keluargaku ada yang kecelakaan dan mau dioperasi, butuh uang banyak." Tini memegang tanganku, terlihat kesedihan di matanya.
"Eem, saat ini aku enggak megang uang, Tin. Kata Bang Adi hari ini dia sudah gajian, tapi uangnya masih di ATM. Kamu butuh uang berapa?" tanyaku lagi.
"Empat juta, Sum. Bulan depan aku kembalikan."
Hot Chapters