Cinta Berbalut Dendam
“Syukurlah…bagaimana sekarang, apa yang membuat kamu dan 4 kawanmu kini katanya sudah sadar dan ingin kembali ikut membela kampung kita bersama warga lainnya?”
“Saya tidak ingin bunuh-bunuhan dengan saudara-saudara kita sendiri, saya juga baru sadar yang saya musuhi adalah keluarga sendiri!” sahut Tukur, sambil menatap wajah Sugada, yang ternyata paman sepupunya, artinya dia dengan mendiang Burga juga sepupuan.
“Kamu kenal ga dengan orang perusahaan yang tempo hari memimpin kalian menyerbu ke sini, yakni Pahlan Turangga?” mendengar pertanyaan itu.