Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sekalipun Kembali, Hatiku Tetap Pergi

Sekalipun Kembali, Hatiku Tetap Pergi

“Aku ingin meminta lagu ‘Kembali ke Masa Lalu’, kembali ke tiga tahun lalu, Martin Sutanto tidak akan pernah putus dengan Desi.” Seluruh penonton bersorak, merayakan cinta mereka. Hanya aku yang menangis. Saat sesi permintaan lagu berikutnya, aku melihat wajahku yang berlinang air mata muncul di layar lebar. “Aku juga akan meminta lagi ‘Kembali ke Masa Lalu’, kembali ke masa lalu aku tidak akan pernah menerima lamaran Martin.” Sebelum aku sempat menyelesaikan kata-kataku, ponselku berdering.
6.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai kabut biru lirik
Baca
+Pustaka
Di Atas Langit, Hatiku Hancur Lebur

Di Atas Langit, Hatiku Hancur Lebur

Bianca menarik lengan bajunya, memberi isyarat agar berhenti bicara. Orang-orang di sekitar meja menunjukkan ekspresi yang beragam, mengamati pasangan itu seperti sedang menyaksikan pertunjukan drama. Bianca merendahkan suaranya dan bersikap sangat lembut, hampir seperti sedang membujuknya. Air mata menggenang di matanya, tubuhnya bergetar hebat. "Aku cuma ingin kesempatan untuk berada di sampingmu secara sah."
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai kabut biru lirik
Baca
+Pustaka
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

tanya Naomi. Vino terkekeh tanpa menghentikan permainannya. Ya, jika dipikirkan not balok itu memang seperti taoge berbaris. Tapi, biasanya orang akan berpikir itu seperti semut berbaris. "Bukankah kamu seharusnya bisa?" "Aku bisa tapi malas memeras otak untuk mentraslate tauoge menjadi musik." "Pemalas." gerutu Vino. Lagu pertama berakhir dengan beberapa nada panjang yang perlahan menghilang. Naomi langsung bertepuk tangan kecil.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai kabut biru lirik
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

Kodok bermata biru itu meraung marah, tubuhnya berulang kali membentur jaring pedang raksasa, menghancurkan tanah dan mengirimkan gelombang setinggi ratusan meter yang menghantam kerumunan. Pada saat yang sama, tonjolan biru di tubuhnya berkedip-kedip secara berkala, dan ia membuka mulutnya untuk mengeluarkan awan kabut biru. "Mundur! Itu beracun!" Para murid Paviliun Xingfeng berpencar ke segala arah secepat kilat. Mendesis! Kabut biru menyentuh jaring pedang di atas dan langsung membakar lubang sepanjang lebih dari sepuluh meter.
1014.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 457 kali sebagai kabut biru lirik
Baca
+Pustaka
Lima Suami Buas Itu Tak Ingin Melepaskanku!

Lima Suami Buas Itu Tak Ingin Melepaskanku!

* * Aegir berdiri di tengah kekacauan, mengamati butiran kabut dengan mata birunya yang setenang samudra. "Begitu rupanya," gumam Aegir dingin. "Kabut ini tidak hanya mengisolasi ruang, tapi menyedot mana kita setiap kali kita bernapas. Jika kita terus bertarung membabi buta, kita semua akan mati kehabisan tenaga." Aegir mengangkat tongkatnya tinggi-tinggi ke udara. "Kalau begitu, mari kita basuh tempat kotor ini!" Lingkaran sihir biru raksasa muncul berputar di langit-langit kabut.
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai kabut biru lirik
Baca
+Pustaka
Kamulah Takdirku

Kamulah Takdirku

Dan Nay pun tampak nyaman dengan hal itu. “Yang selalu ngatain aku homo sekarang tidak terbukti karena ada bidadari cantik yang di samping aku dan lagu terakhir ini aku persembahkan untuk perempuan tercantik yang ada di manapun berada” ujar Azka menatap Nay dengan tatapan memuja.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai kabut biru lirik
Baca
+Pustaka
MEMBUNGKAM MULUT IBU TIRI

MEMBUNGKAM MULUT IBU TIRI

jawabnya. “Maksud kamu gimana sih, Mas? Ngomong yang jelas, janganbuat aku bingung,” Kurasakan hawa panas menjalari seluruh wajah, lalu berfokuspada mata yang mulai basah. “Begini, Lintang. Kehidupan kita sangat berbeda. Aku dansegala kekuranganku, sedangkan kamu bersama kemewahanmu. Apa mungkin kita masihbisa bersama?”
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai kabut biru lirik
Baca
+Pustaka
Kubawa Benihmu Saat Kau Menalakku

Kubawa Benihmu Saat Kau Menalakku

Aku harus kuat, aku harus sabar, seperti pinta Ibu. Beranjak dari tempat tidur, kulangkahkan kaki gontai menuju lemari pakaian. Kuambil koper besar di atas nakas. Satu persatu baju yang telah tertata rapi, kumasukkan ke koper. Sesekali, kuusap ujung mata dengan jemari. Cincin pernikahan yang selama lima tahun melekat di jari manis, kulepas lalu kuletakkan di kotak kecil berwarna biru, kuselipkan di antara tumpukan baju suamiku. Aku berjanji, ini adalah terakhir aku menginjakkan kaki di ruang peraduanku dan Mas Herlan. Entah suatu hari takdir akan mempertemukan kami kembali, aku tak bisa menolaknya. Kurapikan sisa-sisa pergulatan suamiku dan perempuan itu. Aroma parfum itu bahkan masih memenu
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai kabut biru lirik
Baca
+Pustaka
Bukan Perawan

Bukan Perawan

Debaran jantung Jingga semakin menggila, kilat di matanya kini telah berkabut hasrat. Biru meraup bibir Jingga kembali sembari mendorong pinggulnya melesak masuk. “Emmmh ….” Pagutan itu terlepas oleh desahan Jingga yang menggelinjang ketika Biru memenuhinya di bawah sana. Biru mengangkat sedikit dadanya, ditatapnya wajah cantik dengan mata yang tengah mengerjap cepat dan napas memburu.
1074.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai kabut biru lirik
Baca
+Pustaka
Mereka Bilang Kakakku Pelakor

Mereka Bilang Kakakku Pelakor

kata Biru menarik tangan Kia. Kia menyentak tangannya dengan galak. “Astaga kamu tidak dengar kata-kata ibumu, dia ingin kamu makan dan mencari udara segar, bukan duduk diam di sini dengan wajah mengerikan seperti ini,” gerutu Biru. “Apa urusannya denganmu?” tanya Kia ketus. “Aku menyukai ibumu,” kata Biru yang membuat Kia melotot kaget. “Ckk bukan menyukai dalam artian seperti itu,” Biru menghela napas dan menatap Kia dengan muram. “Ibuku meninggal waktu aku kecil dan melihat ibumu aku seperti bersama ibuku lagi.”
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai kabut biru lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status