Jangan Membenci Cinta
nada suara Aarash kini sedikit meninggi.
“Hah? Kamu melorotin celana Bang Kama? Caca ... Caca ... nakal banget sih kamu, Ca!” Aarav menyentil kening Arsha namun gadis itu seakan tidak memiliki indera peraba pada kulitnya sehingga meski sering terjatuh, tersayat, bahkan setaun lalu tangannya patah karena loncat dari atas kasur dan harus digips setelah melakukan operasi tapi Caca tampak biasa saja malah sang Mommy yang menangis tanpa henti.