Kelir Getih (Layar Berdarah)
“Ki Anom Suroso adalah seniman hebat, Raka. Dia menuliskan harapan agar kau, si anak kesayangan, tidak dihantui kegilaan. Tapi aku, murid yang ia asingkan, menerima kebenaran: lakon Bharatayuddha harus berakhir dengan kurban agung. Dan kurban itu adalah dirimu.”
Raka menyadari ia tidak punya waktu untuk berdebat filosofis. Setiap detik Kirana dan Satria terancam. Raka melirik kawat berduri. Listrik yang mengalir telah membakar beberapa helai kain. Kawat itu membatasi panggung. Panggung. Selalu tentang panggung.
Raka mengambil sikap. Ia mengangkat cempala besi ayahnya tinggi-tinggi. Meskipun tangannya bergetar, tatapannya dingin dan tajam.
ตอนยอดนิยม