Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mate

Mate

sahut Alfa sebel. Nuansa café yang serba pink dan sangat serba Korea memang menambah daya tarik café ini. Apalagi kalau pengunjungnya, penggila Korea kayak si Icha. “Huah Oppa Park Bo Gum!” jerit Icha histeris saat melihat gambar salah satu aktor korea di dinding café ini. Alfa melengos mendengar Icha. “Masih cakepan Masmu ini, Cha, Cha.”
103.8K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as kain ero
Read
+Library
Bara di Hati Mikha

Bara di Hati Mikha

Aku keluar dari kamar dan turun ke lantai satu. Deg' Aku berhenti di tengah tangga saat melihat Ero yang hadir di rumahku saat ini. Xavero atau yang biasa aku kenal sebagai Ero sangat berbeda dengan penampilan biasanya. Kali ini siapapun yang melihat dirinya pasti tidak mengenalnya akan menganggapnya seorang idol dari negri ginseng. Coba kita cek bersama. Dengan tinggi sekitar 180 centimeter, kulit putih bersih, wajah yang glowing bahkan mungkin semut saja terpeleset jika berjalan di sana dan satu lagi penampilannya sungguh tak tercela.
10743 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as kain ero
Read
+Library
Baginda, Tuan Putri Merayumu

Baginda, Tuan Putri Merayumu

Pria itu meludah ke lantai batu yang kotor, tertawa serak yang terdengar menyebalkan. “Rekan? Jangan membuatku tertawa, Panglima.” Ia mendongak, menatap Erio penuh kebencian. “Kael sudah lama terpisah dari kelompok kami. Jadi jangan pernah kau menyamakan bajingan pengecut itu denganku.” “Dia bekerja untuk kelompokmu, dan kau membuangnya begitu saja?” selidik Erion.
1019.1K viewsCompletedAdded to Library 382 Times as kain ero
Read
+Library
Menjadi Tawanan Takdir sang Alpha

Menjadi Tawanan Takdir sang Alpha

geram Kael. Pupil mata Kael berubah menjadi garis vertikal yang sangat tipis. Sayap kegelapannya meledak keluar dari punggungnya, menghancurkan lantai aula tempat ia berdiri. Dalam satu gerakan yang terlalu cepat untuk diikuti mata manusia, Kael sudah berada di depan Erikson. Ia mencengkeram wajah Erikson dengan satu tangan dan menghantamkannya ke lantai dengan kekuatan yang mampu menggetarkan seluruh kastel.
847 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as kain ero
Read
+Library
D E K A P

D E K A P

Semua pasang mata hanya melihat ke arah Reno, Reno rasa ia harus jujur kepada semua orang. “Maafin gue, gue tau Rara sakit. Gue tau Rara sakit kanker. Maafin gue Vin, maafin om Vin, Van.” “Om kenapa diam? Om kenapa ga bilang ke kita?” “Lu ga salah Ren, gue tau ini emang kemauan Rara kan?” kata Alvin. “Kapan?” tanya Dika tiba – tiba. Flashback On
107.1K viewsCompletedAdded to Library 234 Times as kain ero
Read
+Library
Karma

Karma

Ucap Vano. “ Kenapa kamu jadi kesal sama Aku sih Mas, Atau jangan jangan kamu sudah tidak mencintai aku lagi” ucap Nadia Sambil cemberut. Vano menghela napas berat ‘ Haduh kenapa hari ini tidak ada yang berjalan mulus sih’
1014.4K viewsCompletedAdded to Library 344 Times as kain ero
Read
+Library
Euforia

Euforia

Dan disinilah mereka sekarang, di warung kecil yang untungnya ada berjualan makanan berat, karena perut keduanya sudah dilanda keroncongan sejak tadi. Nindi mengambil semangkok mie yang disodorkan kepadanya, lalu menatap Eiden dengan tatapan dalam. "Hei, Poseidon." Eiden menatap tak percaya, ternyata Nindi masih saja menamainya dengan sebutan Poseidon. Tak mau kalah, Eiden menjawab, "Apaan, sih? Dasar tikus got." Bola mata Nindi membulat, "APA? TIKUS GOT?!" tangannya refleks menggebrak pelan meja.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as kain ero
Read
+Library
Kevin & Kirana

Kevin & Kirana

Kevin mencubit pelan pipi Ran, karena merasa sangat gemas dengan sikap Ran! "Sakit ka!" cerutu Ran. Kevin hanya terkekeh melihat wajah kesal Ran. *** See you next chapter guys <3
103.3K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as kain ero
Read
+Library
Ethereal

Ethereal

Kontras dengan ucapannya, tatapan lembutnya pada gelas karton dengan nama Ethereal itu menunjukan suasana hatinya yang tenang, seolah-olah satu satunya ketenangan yang bisa dia dapat adalah dari kehancuran mantan sahabatnya. Vino bergidik ngeri, meskipun Damon dijuluki Demon, dia tidak pernah melihat rasa benci separah ini selama bersama bosnya. "Ayo pergi, mari temui mantan boss dari mantan sahabatku itu." Vino mengangguk, menginjak gas dan melaju cepat membelah jalan sore hari yang mulai padat. ~ o o ~ "Apa kalian masih bertengkar?"
102.9K viewsOn holdAdded to Library 91 Times as kain ero
Read
+Library
Kerinduan Tak Berujung

Kerinduan Tak Berujung

Saat ini Eric mengambil gelas anggur dari meja dan mengangkatnya ke arahnya. Sudah dibilang, dia bukanlah orang yang berhati baik dan lembut. Sebelum pergi, Felix berbalik dan meraung, “Eric! Kita nggak punya dendam, kenapa kamu menjebakku?”
17.6K viewsCompletedAdded to Library 597 Times as kain ero
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status