Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta Di Ujung Botol

Cinta Di Ujung Botol

“Kita tinggal segelintir. Dan aku ingin tahu... apakah Rio memang layak menggantikan Damien sebagai kepala Dinasti Foxy yang tertidur puluhan tahun.” Tak lama kemudian, deru kendaraan membelah kesunyian Granavell. Puluhan mobil dan motor dari fraksi Karnosa mendekat. Di garis depan: Zaria. Ia turun dari mobil dengan sorot mata tajam penuh amarah, diiringi raungan motor pengiring yang memekakkan telinga dan meneriakkan duka Damien. “Di mana bajingan itu?!” teriak Zaria tanpa basa-basi.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as kain foxy
Read
+Library
Secret Agent Maddox

Secret Agent Maddox

Bahkan jejak si penyerang tidak bisa menuntun mereka pada petunjuk berikutnya, meskipun tayangan dari CCTV menggambarkan situasi dengan jelas. Foxy muncul dengan celana panjang hitam, blus krem dan sepatu pantofel. Rambutnya yang pirang ia ikat kuncir kuda, membuat Maddox menyadari jika wanita ini memang menarik. Sayang, dia bukan wanita yang memenuhi seleranya. Foxy terlalu kaku, membentengi diri seperti takut jika terkuak siapa jati dirinya. Seseorang yang menggambarkan citra Maddox sendiri.
1013.6K viewsCompletedAdded to Library 448 Times as kain foxy
Read
+Library
Kinan

Kinan

"Kau sudah siap?" "Ya." Kinan masuk ke dalam mobil, dilihatnya penampilan Noah. Sedikit berbeda pikirnya, Kinan bisa mencium aroma parfum yang sangat berbeda kali ini. Noah juga terlihat sangat rapi dengan tuxedo hitam yang melekat di tubuh atletisnya. "Kau juga sangat rapi malam ini." "Aku ingin menyesuaikan dan ingin tidak terlihat tidak terlalu mencolok."
108.3K viewsOngoingAdded to Library 265 Times as kain foxy
Read
+Library
Gadis Malam tuan Alex

Gadis Malam tuan Alex

Karin menuruti perintahnya dan beranjak menuju kamar, perempuan itu dengan telaten membersihkan tubuh Karin, Karin yang merasa risih berusaha menutupi bagian penting dari setiap tubuhnya. “Tidak usah takut, kenalkan Aku Foy bukan nama asli tapi mereka selalu memanggilku Foy disini, setiap orang juga punya nama masing-masing” sapa Foy yang sepertinya baik. Foy melakukan treatmen pada tubuh Karin hal ini membuat Karin merasa sedikit geli karena tidak terbiasa “Relax saja, tidak aka napa-apa” Foy menenangkan. “Buka lebar!” Foy memberikan perintah agar Karin membuka kedua pahanya.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as kain foxy
Read
+Library
KINASIH

KINASIH

Dia tahu betul, mereka hanya akan melukai hati cucunya -lagi. Jatmiko maju, berdiri sejajar dengan anaknya dan berujar sinis, melihat penampilan Paijo dari ujung kepala sampai kaki. "Heh, orang tua. Nggak usah ikut campur urusan anak muda. Urus tuh ternakmu yang berisik minta makan!" Asih maju, mengamit lengan kakeknya dan menuntun pria itu duduk. Dia kembali ke ambang pintu, mengangkat wajahnya tepat di hadapan Aryo.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 42 Times as kain foxy
Read
+Library
The Foxy Lady

The Foxy Lady

Suaranya tercekat dari tenggorokan saat melihat Fox yang telah berbalik arah kembali tanpa memperdulikan dirinya. Mengenakan mantel tebal dan kupluk dikepalanya, Fox meninggalkan apartemen tempat ia tinggal bersama Joan. Berjalan kaki disekitar mungkin akan mengembalikan moodnya. Cukup jauh ia berjalan hingga ia berhenti disebuah café, memesan satu organic jus dengan the rad muffin. Setelah menyelesaikan sarapannya ia kembali melanjutkan perjalannya. Tidak ada tugas membuatnya bisa menikmati harinya di Los Angeles. Setengah tahun hanya bermain dengan senjata adalah pengalaman pertama yang membuatnya terasa lebih hidup. Dan membunuh target adalah hal yang selalu menumbuhkan rasa percaya dirin
103.1K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as kain foxy
Read
+Library
FIORE

FIORE

Iris membuka setiap laci dan lemari yang ia lihat, memeriksanya satu per satu. “Sudah paham?” Max sedang memberikan berbagai instruksi kepada orang baru, melihat Iris yang sedang sibuk bolak balik. Dengan rasa penasarannya, pemuda tersebut menghampirinya setelah menyuruh orang baru itu pergi. “Iris?” panggilnya. “Apa yang kau cari?” Iris menoleh ke arah Max yang berdiri di belakangnya. “Kain,” jawabnya, menepuk nepuk seragamnya yang berdebu. “Aku membutuhkan itu,”
105.1K viewsOngoingAdded to Library 192 Times as kain foxy
Read
+Library
KAIN PENGLARIS

KAIN PENGLARIS

“Aku tidak mau jadi penerusmu! Kain itu sudah menghancurkan banyak orang! Aku hanya ingin hidup normal!” Bayangan itu mendekat lebih jauh, hampir menyentuh wajahnya. Mbah Sirep berbisik dengan suara yang menusuk telinga: “Kain itu… BUKAN alat. Ia adalah… makhluk.” Naya menahan napas. Makhluk? Kain itu hidup? Bukan sekadar benda ritual? “Makhluk itu… lahir dari perjanjian darah leluhurmu,” lanjut suara itu. “Dan ia lapar… sangat lapar…”
6749 viewsCompletedAdded to Library 17 Times as kain foxy
Read
+Library
Kafan Hitam

Kafan Hitam

Senyum pria berpostur tinggi itu mendadak menghilang begitu melihat batu tadi tiba-tiba bergeser ke tempat semula dengan sendirinya. Pria itu mundur beberapa langkah ketika sesosok pocong tanpa kepala tiba-tiba berdiri di atas batu. Kepala makhluk berkafan hitam itu melayang-layang di sekitar lokasi. Ketua Kalong Hideung itu dengan cepat mengeluarkan liontin merah dari dalam baju. “Rek naon sia, Juned (mau apa kamu, Juned)?” Makhluk itu tiba-tiba menghilang.
9.775.2K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as kain foxy
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status