Pesugihan Kandang Bubrah
Udara mulai berbau aneh, seperti campuran besi panas, bunga layu, dan asap tembakau yang terbakar.
Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar dari kejauhan, ”tap... tap... tap...,” ritmenya tak menentu, seperti seseorang yang pincang.
Arif menghentikan langkahnya dan menoleh, tetapi tidak ada siapa pun di belakangnya. Langkah itu semakin dekat, diselingi oleh bunyi lain yang seperti gemeretak tulang, ”krek... krek... krek....”