Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Di sini, ancamannya adalah kehampaan itu sendiri, dan pikiran-pikirannya yang berputar liar. Dia duduk di dipan besi yang dingin, tubuhnya yang pegal langsung merasakan kerasnya permukaan. Matanya menelusuri coretan di dinding. “Tuhan, tolong aku,” tulis seseorang. “Budi, 14 Feb 2012,” tulis yang lain. “Mati saja lebih baik,” coretan lain dengan huruf yang tak rapi. Mati saja lebih baik. Kalimat itu terasa sangat menggoda di saat seperti ini.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai kamis quotes
Baca
+Pustaka
Kami Tanpa Kamu

Kami Tanpa Kamu

"Kenapa?" "Jangan sedot, kalau Kakak minum ASI ku ntar Kakak jadi anakku. Berarti nanti haram kita jadi suami istri." Mendengar kalimatku dia duduk sembari tertawa. Membuatku bingung hingga mengikutinya duduk. Perlahan dia menyeret tubuhnya sendiri ke tengah ranjang. "Hahaha kata siapa kayak gitu?" "Netizen," jawabku. Apa adanya.
10117.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai kamis quotes
Baca
+Pustaka
Retrocognition (Melihat Masa Lalu)

Retrocognition (Melihat Masa Lalu)

jawab Ario tegas. “Kok Bapak tanya begitu? Ada apa?” tanya Jaka yang mencium ada hal yang lebih besar dari yang mereka bayangkan selama ini tentang hal yang tengah dialami sahabatnya. “Kalau kalian teman Wira, sampai datang ke tempat ini, tapi nggak tahu seperti apa masalah temanmu, apa itu bisa dibilang teman?” ucap Pak Kamis begitu menyudutkan.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai kamis quotes
Baca
+Pustaka
Rahasia Nakal Sang Mahasiswi

Rahasia Nakal Sang Mahasiswi

umpat Camelia pelan sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya melihat kelakuan para pengikutnya. ​Tidak ingin rumor menggelikan itu semakin liar, Camelia segera menggeser jemarinya dan mengetik sebuah pesan sapaan hangat seperti biasa, lalu menyisipkan satu kutipan puitis yang menjadi ciri khasnya untuk menemani para anggota melewati hari Minggu ini dengan santai. Di akhir pesan, Camelia tidak lupa menyisipkan permohonan maaf karena dirinya sedang disibukkan oleh pekerjaan penting di dunia nyata. Dia menegaskan agar tidak ada lagi anggota yang membuat asumsi tidak masuk akal tentang dirinya.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai kamis quotes
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN DADAKAN

PERNIKAHAN DADAKAN

serunya "kamu pikir aku akan membiarkan kamu pergi begitu saja, setelah kamu bikin kekacauan. " bu Kamala menoleh perlahan, wajahnya begitu terlihat dingin dengan tatapan yang begitu tajam. tapi belum sempat sepata kata keluar dari mulut bu Kamala, bu Marissa kembali membuka suara dengan nada yang mendadak lunak, tetapi masih terdengar begitu menyebalkan. "yah udah... oke.. oke aku akan memaafkan kalian" katanya dengan nada di buat-buat.
602 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai kamis quotes
Baca
+Pustaka
KUBUAT KAMU MISKIN, MAS

KUBUAT KAMU MISKIN, MAS

KUBUAT KAMU MISKIN, MAS 30. ** PoV Sandrina Aku menghela napas sambil menyeruput kopi di kafetaria yang tak jauh dari kantorku. Ku ambil gawaiku lalu ku kirim pesan ke Damar melalui aplikasi hijau. [Kamu bisa datang ke sini?] [Kemana, Bu?] Dia menjawab pesan itu dengan sangat cepat. Aku menepuk kepalaku teringat kebodohan tadi di kantor saat Mas Alif datang. Mas Alif sengaja melakukan itu sehingga aku menjadi asal bicara saja.
10142.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai kamis quotes
Baca
+Pustaka
Kamu adalah takdirku

Kamu adalah takdirku

Kesal, Diana membanting kertas itu dan meminta penjelasan pada Bramantyo. "Kamu tidak mau bertemu dengan aku?" protesnya. Bramantyo menggedikkan bahunya. "Ada orang lain?" "Aku risih jika ada orang lain di dalam ruanganku lalu dengan sok tahunya mengomentari isi di dalamnya. Kamu tahu, terkadang ada saja komentar yang membuat aku down dan memilih meninggalkan pekerjaan aku," jelas Bramantyo panjang lebar. "Ya sudah terserah kamu. Tapi kalau aku mengetuk dan memerlukan pertemuan, kamu tetap mau kan?"
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai kamis quotes
Baca
+Pustaka
Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Aku setuju. Di kedai kopi di lantai bawah perusahaan, dengan ekspresi lelah, dia ragu-ragu dan bertanya padaku, “Jika ada kehidupan selanjutnya dan aku tidak mengucapkan kata-kata itu, bisakah ... kita tetap bersama?” Aku menundukkan kepala dan menyesap latte. Aku berkata padanya tanpa ekspresi, “Sifat manusia sudah tertanam dalam jiwanya, cepat atau lambat akan muncul. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini tidak ada gunanya.”
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai kamis quotes
Baca
+Pustaka
Karma(penyesalan)

Karma(penyesalan)

Saat ia tak ada. "Tapi aku lelah berjuang sendiri Wisma. Aku seperti pengemis cinta baginya." Amira membuka suaranya pelan. Ia menghempaskan rasa sesaknya, bersama curhatannya barusan. Wisma menatap tajam Amira. Mencoba meyakinkannya, bahwa disetiap hubungan pasti akan ada ujian.
1054.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kamis quotes
Baca
+Pustaka
Dosen Kampret itu, Suamiku!!

Dosen Kampret itu, Suamiku!!

Ciat-Ciat! “Tas, lo udah nggak tidur berapa jam?” tanya Kamasea. Beberapa kali dirinya mengirimkan pesan ketika tak sengaja terjaga dan sahabatnya itu dengan cepat membalas pesannya, seolah memang tak pernah mengistirahatkan tubuh serta pikirannya. “Sejak lo ngasih tau gue Jo incess..” “Jo, What?!” Plak!
1097.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai kamis quotes
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status