Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Mata gelap pekat dari pemuda bertubuh kurus yang terus menatap satu titik itu menggambarkan sebuah ambisi. Flashback on. Mundur pada kejadian setahun sebelumnya …. Sebuah kampung yang bertetanggaan dengan Dukuh Gelap, tengah terjadi keriuhan di salah satu rumah warga. Mereka berkumpul dengan wajah-wajah emosi meneriakkan serapah, wujud kemarahan pada satu orang warga mereka. Telah 30-an orang berkumpul hingga datang seseorang yang mengaku melihat kejadian tadi, ia pun mengarahkan puluhan orang memegang obor itu menuju sudut kampung.
1027.6K viewsCompletedAdded to Library 936 Times as kampung zombie
Read
+Library
Kakak Ipar Adalah Maut

Kakak Ipar Adalah Maut

Manik mata Zeba yang menangkap ekspresi wajah menyeramkan dan sadis Calya membuat merinding sekujur tubuhnya. ‘Bocah sinting, apa jangan-jangan nih anak dalamnya jin kali ya, bisa sejahat begini setingannya.’
103.4K viewsCompletedAdded to Library 71 Times as kampung zombie
Read
+Library
BUKAN MENANTU KAMPUNGAN

BUKAN MENANTU KAMPUNGAN

“Aku menerima fotonya, tapi tidak seperti ini. Aku malah menyangka kalau rumah yang dibeli kak Leo ada di kampung.” “Kalau dikampung, bagaimana kamu bisa menikmatinya?” Kekeh kak Leo. “Aku akan merenovasinya karena ini rumah second. Aku harap rumah ini nyaman untuk kamu tempati, dan aku rasa tidak terlalu jauh dari rumahmu juga bukan?” Aku melihat sekeliling rumah ini masih banyak bahan bangunan yang ditaruh di dalamnya. Ada semen, batu bata, besi-besi. Kak Leo memperlihatkan gambar desain dalam rumah ini dengan tersenyum.
9.5K viewsCompletedAdded to Library 331 Times as kampung zombie
Read
+Library
Kimmy vs Hantu Tampan

Kimmy vs Hantu Tampan

Dia hanya mengangguk, mengerti akan nasibnya yang tak bisa berjalan di bawah terik matahari. Sesampainya di rumah Nala, aku langsung merebahkan diri di sofa. Rasanya nyaman sekali, jauh dari gangguan. Aku segera menghidupkan TV dan mencari episode terbaru Drakor favoritku. Soal si hantu tampan? Ah, kali ini aku memilih untuk melupakan sejenak. Fokusku sekarang adalah alur cerita Drakor yang begitu menarik, sesuatu yang tidak mungkin kudapatkan kalau aku nonton di apartemen. Kalau di sana, si hantu tampan itu pasti akan ngoceh tanpa henti. Sangat mengganggu. Belum lama aku tenggelam dalam alur cerita, Nala muncul di pintu dengan plastik belanjaan di tangannya. "Kim, kapan kamu sampai?" tanyan
820 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as kampung zombie
Read
+Library
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

ujarnya menjelaskan. Hedeuh! Dasar pembokat kampungan. Kalau tidak butuh tenaganya sudah kupecat dari dulu. Soalnya ngeselin suka ikut campur dan sok nasihatin. Aku nggak suka punya pembantu rempong macamnya. "Halo rez?" sapaku menyambung obrolan yang sempat terhenti gara-gara Bi Jum.
1029.1K viewsCompletedAdded to Library 903 Times as kampung zombie
Read
+Library
Negeri Tanpa Penghuni

Negeri Tanpa Penghuni

"Goblok!" Tidak ada yang bisa dilakukan oleh siapa pun kecuali mengumpat. Mereka yang mencari Si Gurita di seantero pulau tidak bisa menemukannya. Pulau Tak Bernama hanyalah pulau kecil sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk mengelilinginya. "Ke mana dia? Anjing kampung itu sengaja membawa kita ke sini agar kita menjauh dari kapal ... kemudian ada orang yang diam-diam membakarnya."
104.6K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as kampung zombie
Read
+Library
KEJUTAN SAAT AKU PULANG KAMPUNG

KEJUTAN SAAT AKU PULANG KAMPUNG

"Jujur saja, Bapak malu. Apa sebaiknya Bapak kirim kamu ke rumah Pak De Wito di kampung?" Aku terkejut mendengar rencana yang Bapak ucapkan. Tinggal bersama keluarga adik Bapak di kampung? Aku membayangkan betapa menjijikannya di sana. Rumah yang dikelilingi dengan kandang ayam itu, tak pantas menjadi tempat tinggalku. "Zahra nggak mau, Pak." "Bapak nggak peduli, Zah. Pokoknya kamu harus tinggal di kampung bersama dengan Paman dan Bibimu," ucap Bapak.
1013.5K viewsCompletedAdded to Library 471 Times as kampung zombie
Read
+Library
ZOE

ZOE

Sora segera menjajariku dan mengumamkan umpatan yang sedari tadi ia tahan. "Kepiting!" teriak Dario. langkahku tertahan, "Mereka hanyalah sekelompok kepiting, Zoe. Ketika kepiting berada dalam tampungan, mereka tidak akan membiarkan kepiting lain untuk lolos. Mereka akan menarik jatuh kepiting-kepiting yang mencoba kabur. Crab Mentallity. They are just a bunch of crab." Aku menoleh menyunggingkan senyum, "Good sense of humor. I know it, Dario."
106.5K viewsOngoingAdded to Library 251 Times as kampung zombie
Read
+Library
Janda Kembang

Janda Kembang

Ia benar-benar belum siap menerima hal ini. “Tapi apa? Tapi kamu belum punya kekuatan untuk melawan mereka? Kamu perlu jodoh?” Cheryl mulai sedikit menghibur Thalisa dengan selipan canda. Ia tidak ingin Thalisa terlalu terbebani dengan adanya permasalahan ini. “Tapi aku takut kalau kejadian di kampung akan terulang lagi di sini, aku belum bisa terima, Cheryl.”
9.88.9K viewsOngoingAdded to Library 285 Times as kampung zombie
Read
+Library
Anathema: Back to the Past

Anathema: Back to the Past

Di hari itu juga Bu Iis, Sumelika, Aisyah, Desti, Tania, Romi serta Rindu membuat bendungan kecil yang mengelilingi rumah Bu Iis yang tujuannya untuk mencegah para zombie masuk ke dalam rumah, semoga saja malam nanti mereka aman dan tak ada satupun zombie yang masuk ke dalam rumah mereka. Meninggalkan hiruk pikuk Desa Tengkorak, di rumah keluarga Petni, Halimah sedang menangis di jendela rumahnya yang berada di lantai 3, Halimah melihat betapa menderita dan mengerikannya sekarang desa Tengkorak yang sudah menjadi desa zombie yang benar-benar diisi oleh para zombie di sana. Zombie di desa Tengkorak jauh mengerikan dibandingkan zombie yang lain karena seluruh wajah dan tubuh mereka dipenuhi de
108.6K viewsCompletedAdded to Library 189 Times as kampung zombie
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status