Dinikahi Dosen
Tega sekali.
"Kenapa diam Mel? Mukamu kayak merah, kamu sakit?" tegur Kak Ramdan. Aku gelagapan sendiri karena ketahuan melamun.
"Oh nggak-nggak," aku mengibaskan tangan. "Aku cuma mikir aja, ternyata mandiri itu emang sulit. Selama ini, aku banyak bergantung pada Bapak. Mulai dari biaya hidup, hingga hal sepele semisal curhat dan membagi keluh kesahku. Aku baru merasakan, bahwa setelah jauh dari orang tua, hal itu sulit aku usahakan, dan aku bingung dengan siapa aku berbagi. Nggak mungkin aku kembali ke Bapak, lalu berkeluh kesah, takut menambah bebannya. Dan jika pun aku tetap memendam aku-"
Hot Chapters