Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

Cahaya remang dari lampu balkon dan teras cukup memberi penerangan. “Mana roti isi saya?!” bisiknya rendah, di telinga Dinara. Dinara menelan saliva, kerongkongannya terasa kering. Jantungnya berpacu liar. “Kamu makan roti saya?!” tanya Elang protes. Dinara gugup, “I-iya Pak, tapi saya bisa buatkan lagi...” “Kelamaan, saya mau yang ada di tangan kamu!” tegas Elang.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 360 kali sebagai kandang entok
Baca
+Pustaka
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

"Kamu udah makan belum?" Kendrik menggeleng. Kompak dengan isi kepalanya, perut itu mengeluarkan suara orkes keroncong yang biasa kita sebut 'keroncongan'. Hanya saja, penyanyi keroncong Heti Plus Dendang sedang sibuk jadi tidak bisa ikut show di perut Kendrik. "Makan yuk! Kemarin kamu udah nolak ajakanku masak sekarang nolak lagi?"
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai kandang entok
Baca
+Pustaka
TERSESAT DI SARANDJANA

TERSESAT DI SARANDJANA

"Bagaimana dengan selamat malam?" "Selamat malam kami menyebutnya bau lato-lato." "Bau ketek, bau jigong, bau kentut dan bau lato-lato," ujar Pangeran Sandi menghafal. "Baiklah, akan saya hafal semuanya." Aldo tertawa gembira. Sangat gembira. Ia lalu pergi ke kandang singa dan mengajak hewan-hewan itu untuk mandi di kolam.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai kandang entok
Baca
+Pustaka
Kusingkap Topeng Busuk Suamiku

Kusingkap Topeng Busuk Suamiku

Tanpa sengaja mataku bersirobok dengan matanya, buru-buru aku mengalihkan pandangan karena tidak kuat dengan tatapan matanya yang seperti elang, kurasakan sesuatu berdesir di hatiku. Bapak mendekat diikuti Pak Dwingga, bukan hanya desiran, tapi kurasakan hatiku kini bertalu-talu, ada apa dengan diri ini? Mungkinkah aku grogi karena masakanku akan dicicipi oleh seorang crazy rich seperti Pak Dwingga ini? "Ayo, Kek, makan! Masakan Mama enak sekali, loh," ujar Dita mengajak kakeknya.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai kandang entok
Baca
+Pustaka
Rumah Kakek

Rumah Kakek

Kebanyakan orang menyebut rumah kakek dan pak Darman adalah rumah tusuk sate. Yang konon katanya, posisi ini tidak baik untuk sebuah rumah karena akan mendatangkan hal-hal buruk nantinya. Jadi, selain sempat terkenal angker, nama Sutrisno yaitu nama belakang kakekku sempat menjadi buah bibir di komplek perumahan ini karena mitos tusuk sate tersebut. “Kumaha damang, Pak? Sehat?” tanyaku pada pak Darman.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai kandang entok
Baca
+Pustaka
Kak, Aku Kedinginan

Kak, Aku Kedinginan

"Omong kosong. Ketagihan pura-pura mati, ya?" Kak Eki mendorong kacamatanya, sorot matanya dipenuhi rasa muak. "Trik menahan napas dan berpura-pura pingsan seperti itu, cuma bisa menipu orang-orang bodoh seperti kalian." Wajah Kak Dimas bahkan tampak makin muram. "Dia memang nggak tahan melihat Nara bahagia. Harus sekali membuat masalah di saat seperti ini!"
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai kandang entok
Baca
+Pustaka
Bos Kampret Ku

Bos Kampret Ku

"Aku butuh cafein biar nggak puyeng, nih." "Ayok," sahut Yolanda setuju. "Kenapa sih setiap kali dari ruangan Pak Ezekiel, kamu kaya habis ketemu hantu? Pucet gitu." "Nggak hantu lagi, Yol. Iblis tahu, Raja Neraka, Lucifer." "Hush! Ntar kedengeran Pak Ezekiel, bisa-bisa dikawinin kamu." "Eeww!"
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai kandang entok
Baca
+Pustaka
NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

Boram sempat minder kalau dekat-dekat dia. "Sis-Bor. Kalau malam minggu nih ye, lelaki bebujangan yang nongkrong di cafe ini cucok banget gantengnya. Seakan-akan nih ye surga lagi bolong, bidadaranya turun semua ke sini." Keket – nama panggilan wanita seumurannya yang memiliki bodi mungil dan wajah tirus— menyenggol lengannya. Nama aslinya sih Keken Arkeret. Unik memang. Boram aja sampai harus menahan tawa saat dia memperkenalkan diri. Untung saja wanita itu baik dan suka mengajaknya mengobrol. "Ingat calon bojo di rumah. Nanti nggak dapat jatah bulanan loh, kalau ketahuan lirik sana lirik sini."
9.88.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai kandang entok
Baca
+Pustaka
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Dingin, berat, dan setiap kali disentuh, ia merasakan gelombang energi asing mengalir dalam dirinya, bersamaan dengan kilatan memori yang semakin jelas: bukan hanya aula gelap, tetapi juga wajah wajah tanpa ekspresi yang membungkuk, dan bisikan dalam bahasa yang tidak ia pahami, namun entah bagaimana ia tahu artinya. Saat Arya sedang memindahkan beberapa kotak berisi suku cadang impor, sebuah bayangan besar menjulang di belakangnya. “Hei, Menantu Sampah! Kerja itu pakai tenaga, bukan pakai melamun!” Itu adalah Reno, kepala mandor gudang. Pria bertubuh gempal dengan kumis tebal dan wajah berminyak itu adalah kaki tangan Kinanti dan Laras di tempat ini. Ia sangat menikmati kekuasannya untuk me
10897 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai kandang entok
Baca
+Pustaka
Head Over Heels

Head Over Heels

"Mbok sengaja masak semua ini karena tahu Den pasti kangen masakan rumahan juga. Nah yang ini namanya Lotek dan Karedok, makanan khas Sunda yang mirip gado-gado karena sama-sama terbuat dari sayur dan campuran saus kacang, Mbok nggak tahu kalau sudah pernah Den Andreas coba atau belum." "Kalau yang warna kuning di baskom ini juga namanya empal gentong, campuran daging, usus, dan babat sapi yang Mbok masak dengan kuah santan. Nah terus ada juga sayur asem, kupat tahu, pepes telur asin...."
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai kandang entok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status