Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menjadi Kekasih Alpha yang Tsundere

Menjadi Kekasih Alpha yang Tsundere

' Sementara itu. Alyuura tengah berjalan di tengah kawasan yang memperlihatkan puluhan kelinci dengan warna yang berbeda-beda. Bahkan juga banyak bayi kelinci yang terdapat di situ, ada bayi-bayi burung yang bercuit menunggu kedatangan induk mereka, juga ada kucing-kucing lucu yang sangat gembul di sana. Alyuura mengira bahwa dirinya masih berada di karnaval tadi, dia mengira bahwa dirinya masih berada di tempat yang sama dengan tadi.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai kandang kelinci
Baca
+Pustaka
Selìni

Selìni

Itu seekor kelinci! Dalam perangkap buatan itu ada seekor kelinci berukuran sedang tersangkut! Pikirannya goyah. Antara sudah lelah dan jengkel karena tidak menemukan apapun atau sekalian saja ia mencuri lagi seperti tadi siang– entahlah, pikirannya kacau sekali. Netra Eleanor memicing ke sana kemari, melihat barangkali ada seseorang atau lebih yg berada di sekitar. Sudah jelas itu perangkap yg disiapkan dan siapa tau pemiliknya mengawasi dari jauh.
980 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai kandang kelinci
Baca
+Pustaka
Membuang Lelaki Sampah!

Membuang Lelaki Sampah!

Ibu membuyarkan lamunanku. "Gak apa-apa bu. Anak-anak dimana?" Aku mengalihkan pembicaraan. "Di belakang. Lihat kelinci." Mataku membulat. "Ada kelinci juga?" "Ada mbak, Mak pelihara hanya dua pasang dulu. Sekarang sudah beranak banyak sekalu lho mbak." Mak Idah mulai memasukkan sayuran yang rusak dan tua, sayur itu sudah dipotong kasar didalam baskom. "Ayo kita kebelakang mbak, kita kasih makan kuncinya."
1057.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai kandang kelinci
Baca
+Pustaka
Legenda Sang Genius Immortal

Legenda Sang Genius Immortal

Namun rumah itu sendiri—lebih tepat disebut sarang kekacauan. Atapnya miring ke satu sisi, dindingnya dipenuhi cat yang meleleh dan simbol kultivasi yang menyala samar dalam cahaya senja. Botol-botol kaca bergelantungan di ranting pohon, beberapa berisi cairan mendidih yang berubah warna setiap detik. Aroma aneh menyeruak dari halaman: campuran belerang, jahe busuk, dan... kayu manis terbakar? Seekor ayam berkepala dua berlarian mengejar kelinci tembus pandang yang sesekali melompat menembus batu.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai kandang kelinci
Baca
+Pustaka
Suamiku seorang Mata-Mata

Suamiku seorang Mata-Mata

“Sudahlah, teman-teman. Kalau begitu, bagaimana kalau kita ke kandang kelincinya sekarang?” Joana memimpin barisan. Aldo dan Bayu mengekor di belakangnya. Mereka bertiga pergi menuju belakang gedung, melewati barisan sepeda yang berjejer rapi dan dua buah kamar mandi umum. Kamar mandi itu biasa digunakan oleh petugas keamanan dan tukang kebun sekolah. Setelah berjalan beberapa menit, tepat di antara gedung ketiga dan gedung serbaguna, ada sebuah pondok kayu berukuran setidaknya empat meter persegi. Di sekelilingnya tampak di kelilingi pagar kayu. Halaman itu cukup lebar, seukuran dua kali lebar pondok. Di sebelahnya, terdapat gudang terbuka yang memuat banyak
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai kandang kelinci
Baca
+Pustaka
BOS & HIS SECRETARY

BOS & HIS SECRETARY

Kandangnya ada dua, berbentuk huruf L. Kandang kelinci itu tidak ditutupi oleh atap apapun sehingga para kelinci dipertontonkan kepada banyak pengunjung yang datang. Banyak orang yang menontoni hewan kecil berbulu itu, kebanyakan para orang tua bersama anak-anak mereka.
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai kandang kelinci
Baca
+Pustaka
BUKAN SUAMI RAHASIA

BUKAN SUAMI RAHASIA

“Memangnya kau tahu di mana letak kandang mereka?” “Jika enggan mencari, kita tidak akan pernah tahu. Jadi ayo ...” Aku berdiri, mengulurkan tangan kananku di depan wajahnya, “kita cari bersama-sama. Kandang hewan ternak seperti ayam dan bebek itu, biasanya terletak di belakang rumah.” Neil menatapku dengan bingung. “Sayang ... mereka hewan yang senang terbang dan melompat secara tiba-tiba, bahkan bisa menyerang. Apa kau yakin?”
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai kandang kelinci
Baca
+Pustaka
Pengkhianatan di Balik Boneka Kelinci

Pengkhianatan di Balik Boneka Kelinci

Sahabatku, Yuna Jiswara, punya gantungan boneka kelinci abu-abu. Dalam setahun, dia bisa berganti tas lebih dari sepuluh kali. Namun, gantungan boneka kelinci itu tetap dipakainya sejak masa kuliah hingga sekarang. Aku pernah menertawakannya karena menganggapnya terlalu sentimental. Sambil mengelus telinga kelinci itu, dia berkata, "Ini pemberian orang penting. Aku nggak tega menggantinya." Dia juga senang membuatkan pakaian untuk kelinci itu. Mulai dari setelan wanita kantoran, gaun Lolita, hingga seragam perawat seukuran telapak tangan. Aku sering menggodanya karena idenya macam-macam. Dia hanya tersenyum penuh arti. "Ganti pakaian, ganti suasana." Hingga tepat di hari ulang tahun pernikah
607 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai kandang kelinci
Baca
+Pustaka
Kupu Kupu Terbelenggu

Kupu Kupu Terbelenggu

jawab pak broto lagi "bisa terlambat nih dewi kalau gini, mana ujian hari pertama lagi" ujar dewi sedikit cemas "kayaknya sih begitu, mana belum ada bengkel yang buka juga di sekitar sini, kamu lanjut naik angkot aja ya" ujar pak Broto sambil membuka jok motor nya mengambil beberapa kunci pas "wah kalau naik angkot jalurnya mutar-mutar dulu yah, bisa tambah lama sampainya" jawab dewi tampak semakin bingung
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai kandang kelinci
Baca
+Pustaka
Cinta CEO dalam Jebakan

Cinta CEO dalam Jebakan

tanyanya kepada sang kakak ipar dan sekretaris. “Ya, dia bersenang-senang sampai kelelahan. Hampir semua kandang dia datangi. Pangeran Kecil takjub melihat hewan-hewan di sana, apalagi kelinci raksasa. Dia juga antusias saat memberi makan kambing dengan tangannya sendiri. Suaranya mengalahkan kegembiraan anak-anak yang lain,” jelas Julian ditemani anggukan. “Caca ... caca,” oceh Cayden pelan sembari menggerak-gerakkan kepala, seolah menyatakan bahwa apa yang dikatakan oleh sang paman memang benar.
10111.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai kandang kelinci
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Pixie
Setelah ini, akan ada beberapa bonus cerita tentang kerempongan Max Gaby sebagai orang tua. Lalu, Pixie bakal diskusi dengan editor apakah cerita ini layak untuk dilanjutkan ke season 2. Jika disetujui, Pixie bakal menceritakan tentang CEO baru dan sekretarisnya.
aainza931
i love max and Gabriella,, terimakasih untuk penulis yg telah menuliskan kisah sebagus ini,, bnyak pesan di dalamnya,, tentang kekuatan, kesabaran, kebersamaan, dan ketulusan. sy berharap suatu saat kisah ini dapat diangkat menjadi film yg sukses,, semangat terus untuk sang penulis yh...
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status