Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Guru Cantik Simpanan Anak Pejabat

Guru Cantik Simpanan Anak Pejabat

Dia berjalan ke arah Ratna dan meminta baju ganti yang sudah dibawakan perempuan itu tanpa menoleh ataupun menyapa Mutia. "Tunggu di luar. Kita ke kantor bareng. Kamu sudah membawakan bahan meeting hari ini, kan?" kata Bagas kembali pada mode sinis dan dingin. "Sudah, Pak. Semua bahan meeting ada di sini." Ratna menunjuk tas hitam yang dia bawa. Setelahnya, dia keluar ruangan sesuai perintah si bos.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai kantin ratna
Baca
+Pustaka
Kesandung Cinta Dokter Brondong

Kesandung Cinta Dokter Brondong

Sakit memang tapi apa daya Nirmala yang hanya seorang yatim piatu. Dia tak mungkin memaksa Bisma untuk bersama menerima semua prinsip hidupnya, sebagai perempuan dia bisa berdiri sendiri, bukan golongan money digger yang hanya ingin seorang pendamping dengan harta melimpah. “Mbak ada yang mau ambil kue di depan.” Mbak Ratna muncul dari dalam rumah. “Bu RT, Mbak katanya mau ambil kastangel pesanannya.”
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai kantin ratna
Baca
+Pustaka
Makin Lama Makin Asyik

Makin Lama Makin Asyik

kata wanita cantik ini sambil menatap tubuh jangkung kurus Lintang. "Lintang tante?" "Ooh Lintang, pangil Tante Ratna yaah...!" lalu si cantik ini masuk ke mobilnya dan lempar senyum manisnya. Ratna ini adalah mantan Kades di Sukarami, yang kini naik pangkat sebagai Wakil Rakyat di Senayan dari partai kuning, berkat andil...Bhaskoro Sanjaya. Ratna jadi Anggota Dewan di Daerah Pemilihan di sini, setelah PAW, karena calon yang terpilih mundur, untuk nyalon pilkada.
1016.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 454 kali sebagai kantin ratna
Baca
+Pustaka
500 Juta Harga Tubuhku Untukmu

500 Juta Harga Tubuhku Untukmu

Tak lama kemudian, ia pun berjalan turun ke lantai bawah. Di ruang makan, Ratna sedang menyiapkan sarapan dengan sangat ramah, bahkan sudah menyiapkan hidangan khusus untuk menantunya itu. “Kamu mau ke mana, Kiana? Kenapa pakaianmu sudah rapi sekali seolah hendak berpergian jauh?” tanya Ratna sambil tersenyum lembut. “Aku mau bekerja, Ma,” jawab Kiana sedikit gugup karena diperlakukan begitu baik oleh ibu mertuanya sendiri.
10726 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai kantin ratna
Baca
+Pustaka
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

Tak ada burung, tak ada angin, bahkan jangkrik pun memilih diam. “Ini tempat... kayak setting film indie horror festival Eropa,” gumam Ucup sambil melihat ke sekeliling. Raka membuka catatan dan mencocokkan nama yang tertulis di buku. “Ini... ini dia. Makamnya. Sri Hartinah. Perempuan muda yang mati bunuh diri karena dipermalukan. Tahun 1982.”
870 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai kantin ratna
Baca
+Pustaka
Kelana

Kelana

sambungnya ramah. Lana mengangguk-angguk dan mengucapkan terima kasih, lalu langsung berkeliling melihat-lihat koleksi buku di Nirvana Bookstore. Lana berhenti cukup lama di depan rak yang memajang koleksi novel-novel dan zine karya penulis-penulis indie. Lana tertarik pada sebuah buku kumpulan cerpen bersampul putih bergambarkan Sekuntum mawar merah yang layu di dalam vas penuh air, karya seseorang yang menyebut dirinya Bulan Jingga. Judul buku itu "Tentang Sesuatu yang Pikirmu Kautahu". Lana membaca sampul belakang buku itu dan semakin tertarik untuk membaca keseluruhannya. Akhirnya, Lana pun membawa buku itu serta dua buah zine karya sebuah kolektif perempuan ke kasir dan membayarnya pad
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai kantin ratna
Baca
+Pustaka
Kafan Hitam

Kafan Hitam

ujarnya. Pak Dede serta orang-orang yang berada di aula dengan berduyun-duyun keluar dari aula desa. Mereka lantas berjajar di depan pintu dengan rapi. Terlihat di halaman depan kantor, sebuah mobil baru saja menepi. Tak lama setelahnya, Kiai Rohmat dan beberapa santri keluar dari kendaraan. “Assalamualaikum,” sapa Kiai seraya mendekat ke arah kantor. Senyum tak henti mengembang dari wajahnya.
9.774.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai kantin ratna
Baca
+Pustaka
Cinta Suci Kinanti

Cinta Suci Kinanti

Tatapan matanya tak berkedip beberapa saat melihat penampilan Kinanti. "Keliatan beda dan cantik hari ini. Tumben baru datang?" Kinanti menaruh tas kerjanya di bawah rak resepsionis tersenyum senang mendengar pujian Kak Fatma, "Macet di jalan. Check lock dulu ya," jawab Kinanti. "Ok."
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai kantin ratna
Baca
+Pustaka
MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

"Selama lima tahun aku tinggal sama kalian, aku sudah kenyang makan drama. Ibu pura-pura pingsan, Aris pura-pura sayang, dan Mbak... Mbak selalu pura-pura jadi kakak yang paling menderita sedunia tiap kali butuh uang." ​"Ini bukan pura-pura, Kinan! Aku bakal minum ini!" Ratna membuka tutup botolnya. Bau kimia yang tajam langsung menyeruak. Ia mendekatkan mulut botol itu ke bibirnya yang pecah-pecah. ​Kinan justru melangkah maju satu tindak, pelan sekali. "Silakan, Mbak. Minum saja." ​Ratna tertegun. Matanya membelalak. "Apa kamu bilang?"
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai kantin ratna
Baca
+Pustaka
Kembalinya Istri Kaya sang CEO

Kembalinya Istri Kaya sang CEO

sahut Ratna yang keluar dengan membawa kue kering buatannya. Ratna lalu menawari Yunita kue tersebut, Yunita dengan canggung mencicipinya. “Enak tidak, mbak?” tanya Ratna. “Enak. Kenapa rasanya seperti jahe?” Ratna tertawa kecil, “Iya, kue ini aku buat untuk Karen, anak itu sedang mabuk karena hamil muda. Sesuatu yang berbau jahe cukup bisa meredakan mualnya,” tutur Ratna.
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai kantin ratna
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status