Mantanku Kembali
tanyaku, mataku berbinar-binar penuh harapan.
Adrian tertawa kecil, lalu mengeluarkan sebuah kantong dari tasnya. “Tentu saja! Ini dia,” katanya sambil menunjukkan kantong berwarna cerah. “Aku tahu kamu pasti merindukannya.”
Aku segera duduk dan mengambil kantong itu dengan antusias. Saat membukanya, aroma manis menggoda hidungku.
“Kue dari toko kue kesukaanmu!” seruku, dan kegembiraan meluap dari dalam diriku. Kue lembut dengan berbagai rasa, dari cokelat hingga stroberi, semuanya ada di dalamnya.
Hot Chapters