Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tawanan Sang Mafia - New Story (Saga & Sesil)

Tawanan Sang Mafia - New Story (Saga & Sesil)

Dan Sesil bersumpah sempat menangkap seringai di ujung bibir Gio. “Hmm? Kau suka apa?” Kinan menundukkan wajah, menuntut jawaban dari Sesil. “Vanilla saja.” Sesil memaksa senyum tipis. Kinan mengangguk dan bergegas pergi ke balik meja pantry. Sesil mengikuti arah pandangan Kinan yang sibuk mengeluarkan isi dari dalam kantong belanjaan. Matanya melebar melihat beberapa kaleng besar susu ibu hamil dengan berbagai macam rasa, yang dikatakan oleh mama Gio.
9.951.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai kantong menyan
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
Ceuceu Eka
...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️
anggiqb 12
cerita nya seru, menegangkan, dan gak terlalu panjang untuk cerita nya aku suka baca novel yang gak terlalu panjang alur cerita nya. ini sih terbaik ya novel nya gak kalah sama yang di toko , pertahankan deh buat novel yang gak terlalu panjang gini .........
Baca Semua Ulasan
Dear Mantan

Dear Mantan

Sama Davin? Nggak boleh! Sean segera lompat dari kasur, memunguti pakaiannya, dengan cepat memakainya. Ia setengah berlarian keluar bungalow, disambut embusan angin sejuk dari pantai. Langkah kaki Sean seketika melambat, saat ia melihat siluet seseorang yang sedang dicarinya. Perempuan cantik dengan rambut tergerai indah, dress tali spageti sepanjang lutut tampak sempurna membalut tubuhnya yang seksi. Sejenak Sean tak berkedip, terpesona oleh keindahan ciptaan Yang Maha Kuasa.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai kantong menyan
Baca
+Pustaka
MENANTU BEDA KASTA

MENANTU BEDA KASTA

jawab Seno juga sungkan. Lalu kedua keluarga terlibat obrolan ringan dulu sebelum menuju inti pertemuan. Setelah basa-basi dirasa selesai, kini Eko mengutarakan maksud dan tujuan datang kemari sembari membawa beberapa buah tangan seperti parcel buah, perlengkapan mandi, underwear, beberapa jajan pasar, make up satu set dengan merk ternama, tas, sepatu merk ternama pula dan tidak lupa satu set perhiasan.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai kantong menyan
Baca
+Pustaka
Istri Manis Om Yuda

Istri Manis Om Yuda

"Boleh. Tapi jangan main terlalu lama dengan Monalisa ya," balas Yuda sembari tersenyum dan mengeratkan genggaman tangannya. Dalam perjalanan pulang, Kayla memandang ke luar jendela mobil. Pikirannya sejenak melayang pada pertemuan singkat tadi, tetapi itu hanya sebentar. Fokusnya segera beralih ketika ia melihat seorang penjual balon dan gerobak berisi permen kapas di pinggir jalan.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai kantong menyan
Baca
+Pustaka
DITOLAK OM-OM

DITOLAK OM-OM

Aku hanya menyimak dari belakang kemudi. "Ini apa, Pak?" "Manisan mangga, Mbak." "Gak jadi, deh. Berasa kaya hamil muda." Aku menoleh karena celetukan itu, dan Sisy tetap cuek sambil bertransaksi setelah membeli beberapa bungkus tahu Sumedang dan sate bekicot. "Om mau?" Dia menyodorkan sepotong tahu berwarna kecoklatan tepat di depan mulutku.
1094.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai kantong menyan
Baca
+Pustaka
Nikah Pengganti: Suamiku Adalah Kuadriliuner

Nikah Pengganti: Suamiku Adalah Kuadriliuner

Sinta melihat ke arah datangnya suara. Santi yang memakai gaun panjang tak bertali berwarna emas terlihat berjalan mendekat dari kerumunan orang. Dari mata Yenni yang berdiri tidak jauh dari situ terlihat sorot main-main dan menikmati permainan menarik. "Memangnya kenapa dengan Nyonya Hidayat? Dia hanya seorang orang kaya baru! Siapa yang tidak tahu Keluarga Wongso di Jakarta adalah penjual makanan ternak? Hahaha ...."
1032.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kantong menyan
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

aduh, aku sudah terbata-bata lagi, sekilas ku lirik dia, dia masih sibuk meracik mangkok-mangkok sotonya. “Mana yang namanya Adit, katanya kalau Dika ke sekolah kakak, kakak akan tunjukkan kak Adit, katanya kakak suka sama dia, katanya …” buru-buru ku tutup mulut anak setan itu, ku lepaskan genggamanku dan ku suruh ia pergi. Aku mendongak, Adit kini mematung, menatapku, sendok sambal masih ada ditangannya yang tak bergerak, aku harus bagaimana? Dasar anak setan! Aku tidak tahu harus berkata apa atau melakukan apa untuk menghilangkan kecanggungan ini, aku tersenyum, tapi dia tak bergeming, aku menarik lagi sudut bibirku kembali keposisi semula. Aku membawa dua mangkuk soto dan bergegas menyir
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai kantong menyan
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

"Ini ... kok mirip punya Papa?" Mariana mengamati sebuah kunci dengan gantungan yang tak asing baginya. Sebuah benda yang terbuat dari besi berwarna perak, dengan ukiran kanguru dan nama negara di bawahnya. Sedangkan saat dia melihat bagian belakang benda itu, Mariana cepat melepaskan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Dia menggeleng kuat, tak kuasa membayangkan lebih jauh tentang suaminya.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai kantong menyan
Baca
+Pustaka
Kebahagiaan Menanti

Kebahagiaan Menanti

Sebaliknya, aku menjawab dengan tenang, "Bukankah kalian mengatakan ingin memutus hubungan denganku? Buat apa kalian kemari?" Ketika aku mau masuk rumah, Zayn menahanku. Zayn berkata dengan marah, "Apa kamu pikir aku dan Jihan hanya main-main? Kuberi tahu, Grup Mahendra memutus hubungan kerja sama dengan perusahaan Tante Anisa. Pak Arya juga menyebabkan perusahaan Tante Anisa mengalami krisis. Kalau krisis ini nggak diselesaikan, perusahaan akan bangkrut."
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai kantong menyan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status