Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

"Good! Baron Johnny, katakan apa yang ada di benakmu, agar kita bisa menjadi kelompok terkuat saat melawan kerajaan Jovanka nanti!" Johnny terlihat sedikit menyeringai, dan ia mengeluarkan sebuah benda berbentuk tabung dari saku celana bangsawannya. Tabung itu tertutup rapi dengan hiasan tali di pinggiran penutupnya. "Mendekatlah kalian semua!" titah Johnny. "Kecuali kau, Aslan! Aku tak ingin kau terlalu membaur dengan kami!" "Kenapa?" tanya Aslan dengan polos.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as kantong menyan
Read
+Library
Istri Tebusan Paman Mantanku

Istri Tebusan Paman Mantanku

Wanita itu mengambil sesuatu dari kolong ranjang dan kemudian menyerahkannya pada Kian. “Apa ini?” Kian menatap sebuah kotak bekas jam tangan yang ia cukup yakin jika isinya bukan itu. Ada pita yang tampaknya juga bekas dari kantung belanjaan dari merk lingerie yang Kian tahu. Kotak itu terasa ringan. Ia menggoyang kotak itu sedikit dan terdengar bunyi berkelotak dari dalam sana. “Buka saja.” Kian membuka kotak itu dan seketika ia terkejut melihat isinya. Itu adalah sebuah strip alat tes kehamilan. Terdapat dua garis yang tertera di alat itu.
1018.1K viewsCompletedAdded to Library 416 Times as kantong menyan
Read
+Library
MENANTU SETENGAH DEWA

MENANTU SETENGAH DEWA

Namun, di satu titik Hakya ternyata salah mengambil jalan dan dia terjebak dengan beberapa iblis yang tiba-tiba menampakkan wujud yang menyeramkan di hadapan keduanya sehingga mengelilingi mereka. Kanaya memejamkan matanya karena begitu takut melihat penampakan iblis dengan rambut panjang dan mata yang merah menyala siap menerkam mereka. "Kalian tidak akan bisa kemana-mana, cepat kembali ke rumah tuhan Kafka!" teriak salah satu ibis yang berbadan paling besar, bermuka hitam dengan mata menyala bagaikan api. ****
9.888.3K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as kantong menyan
Read
+Library
Main Cantik

Main Cantik

Keduanya persis dua sejoli yang tengah berselingkuh dan takut ketahuan. "Enggak usah banyak protes. Inih!" Arjuna memberikan benda berwarna putih seperti kain yang terlipat rapi ditangannya dari tadi pada Lily yang nampak ketakutan. "Apa ini? Karung? Untuk apa?" Lily meraih dan mengamati karung tersebut dengan mata memicing. Ia benar-benar heran. "Masukin semua barang-barangmu dan barang anak-anakmu ke dalam karung itu! Harus selesai malam ini juga," titah Arjuna membuat kelopak mata Lily langung terbuka lebar. Kantuknya mendadak hilang.
1074.2K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as kantong menyan
Read
+Library
Menantang Kasta

Menantang Kasta

Lebih personal sekarang. “Pak… ini seriusan boleh dibawa?” tanya Ghazanvar sambil mengangkat satu kantong besar berisi sayur. Bapak Sutisna mengangguk mantap. “Boleh… itu hasil kebun sendiri… masih segar.” “Wah… ini sih lebih mahal dari wagyu,” sahut Narashima santai. “Organic, bro,” timpal Reyzio. Tawa pecah lagi.
9.936.3K viewsOngoingAdded to Library 1.4K Times as kantong menyan
Show Reviews (21)
Read
+Library
Ami tsamarat
kaluna jatuh cinta sama sekretaris nya dah macam cerita mommy kalila dulu yg suja sama sekretaris nya tapi untung gak sampe diteruskan.. nah kaluna kyx nya bakalan jadi yg pertama buat sejarah nya nih...
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Read All Reviews
Saat Aku Salah Membencimu

Saat Aku Salah Membencimu

Isi snack, roti, susu kotak, dan cokelat langsung terlihat memenuhi kantong. Mata Liana langsung berbinar. Sedangkan Leyan bahkan sudah mendekat lebih dekat lagi seperti mau inspeksi barang. “WAAAH…” Lintang tertawa kecil melihat reaksi mereka. “Om gak tau kalian sukanya apa.” Ia mulai mengeluarkan satu per satu isi kantong. “Jadi belinya sembarang aja.” Lalu tatapannya bergantian melihat tiga anak kecil itu. “Kalian gak ada yang alergi kan sama makanan ini?”
549 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as kantong menyan
Read
+Library
Rainkarnasi Jiwa Pengembara: Kehidupan Setelah 10000 Tahun

Rainkarnasi Jiwa Pengembara: Kehidupan Setelah 10000 Tahun

Kantong itu diletakkan di atas meja dengan suara lembut namun penuh sarat penghinaan dalam bentuk diam. Zhu Long menatap kantong itu tanpa bergerak. Dahinya mengernyit, dan matanya memicing curiga. Aura halus dari kantong itu nyaris tak terasa. Ia tak butuh lebih dari dua detik untuk menyadari isi di dalamnya. Hanya satu batu roh tergeletak di dalamnya. Itu saja. Tangannya bergerak perlahan, membuka tali penutup dan membalikkan isinya ke telapak tangan.
9.820.5K viewsCompletedAdded to Library 677 Times as kantong menyan
Read
+Library
Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

tanyanya memastikan di sela deru napas yang memburu. “Aman, Sayang... Malah kalau kandungannya semakin besar, kita harus lebih sering melakukannya,” jawab Elang asal, memuaskan egonya sendiri sembari mengangkat kedua tangannya untuk meraup dan meremas bukit kembar Dinara yang membulat penuh dan kenyal. “Aaahh...” Dinara mendesah pasrah, kepalanya mendongak ke belakang, bersandar pada dada bidang suaminya.
107.1K viewsCompletedAdded to Library 198 Times as kantong menyan
Read
+Library
Sekamar dengan Atasanku

Sekamar dengan Atasanku

Kandar berkelit, tak mau kalah berdebat. "Tidak mungkin, bapak pasti senga-ja..." Ucapan Nita langsung terputus lantaran Kandar meletakkan kantong putih besar di atas meja. "Apa ini?" Nita pura-pura bertanya. Dari aromanya saja sudah jelas kalau didalam kantong itu berisi makanan. "Makan malam," sahut Kandar singkat.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as kantong menyan
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

Varo menoleh tersenyum sinis menatap Meera. “Bukan gitu, Varo,” ucap Meera canggung karena tak terbiasa. “Lalu?” tanya Varo lagi masih memperhatikan Meera yang akan menjawabnya. “Aku sama kamu bukan mahram, mana boleh berada pada satu tempat tanpa mahramnya yang lain,” ucap Meera mencoba menjelaskan alasannya. “Lakukanlah apa yang membuatmu nyaman saat aku mengantarmu, tapi aku tidak menerima penolakan,” ucap Varo lantang kemudian ia membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalamnya tanpa menunggu Meera.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as kantong menyan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status