Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Karma

Karma

kata Sharla. “ Iya Mami sayang” Sharla kemudian mencium Al dengan kasih sayang “ Okay sekarang Al tunggu disini sebentar ya Mami ambil bekalnya” Al mengangguk dan membiarkan Maminya mengambil bekal untuknya. Beberapa menit kemudian saat Sharla dan Al akan berangkat didepan gerbang bertemu dengan Vano yang baru pulang. “ Sharla, Maaf semalam aku tidak pulang karena...
1014.4K viewsCompletedAdded to Library 488 Times as kappa
Read
+Library
U

U

Saling menatap satu sama lain dan setelah itu kami melanjutkan perjalanan pulang. Satu yang aku tahu bahwa, 'mencintai dengan hati bukanlah ego'. Ego hanya membuat kita menjadi serakah. Yura End POV. ***
103.2K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as kappa
Read
+Library
Kafan Hitam

Kafan Hitam

Wajahnya meraut ketidakpercayaan dan ketakutan di saat bersamaan. Kiai mengembus napas panjang, kemudian berdiri dengan bantuan tongkatnya. Ia menyampirkan serban yang sempat jatuh ke bahu kanan. Pandangannya lurus ke depan dengan sesekali melirik Lukman dan Deni dengan ekor mata. Wajah penuh keriputnya tampak menggurat raut kecewa. Netranya diselimuti kabut air mata.
9.774.9K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as kappa
Read
+Library
REYGA

REYGA

Msk mode cuek ReygaLak Bsok jdi? Me Jdi dong XD ReygaLak Nyengir lo Me Reyga terdebeslah ReygaLak Always Me Jumpa bsk Ga ReygaLak Yoii Tringggg 08********** P Ras Msh ingat gue gk? Bersambung..... ----------------------------------------------------
1012.9K viewsCompletedAdded to Library 257 Times as kappa
Read
+Library
Kevin & Kirana

Kevin & Kirana

Kevin mencubit pelan pipi Ran, karena merasa sangat gemas dengan sikap Ran! "Sakit ka!" cerutu Ran. Kevin hanya terkekeh melihat wajah kesal Ran. *** See you next chapter guys <3
103.3K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as kappa
Read
+Library
Alva

Alva

Namun Alva tahu bahwa kegelapan itu sudah lebih dari cukup untuk mendamaikan dunianya. "BOMBAYAH!!" Teriakan itu benar-benar mengusik dunia damai Alva. Laki-laki itu merasa seperti ada sebuah tornado yang memporak porandakan ketenangannya. Decakan kesal terlontar indah dari bibirnya. Lalu dia pun membuka matanya dan segera mendapati Regal yang sedang berdiri di atas meja seraya berjoged ala-ala Blackpink.
9.82.2K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as kappa
Read
+Library
Aksara

Aksara

tanya Allaric "Secara, dia itu tahu kita. Sedangkan kita gak tahu dia" "Hari setelah Aksara diangkat jadi ketua, ada yang kirim barang. Katanya selamat untuk posisi itu" tambah Damian "Bener, tumben otak lo jalan, Dam" ucap Galen sedikit menyindir "Dasar anak babi!" umpat Damian melempar kaleng bekas tepat pada wajah Galen
103.4K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as kappa
Read
+Library
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

"Komponen pertama adalah hasil kali antara koefisien afinitas reseptor (sigma) dengan densitas molekul aroma yang meresap secara masif ke dalam sistem biologisnya. Namun, variabel ini hanyalah dasar fisiknya saja. Keajaiban sesungguhnya terletak pada komponen kedua: akumulasi dari dorongan saraf emosional yang dikalikan dengan sebuah variabel yang kita sebut sebagai konstanta 'tekad' nonliner (kappa)." Setya menelan ludah, suaranya kembali tajam, menembus deru mesin Chad. "Karena variabel kappa ini bersifat nonliner, kekuatannya tidak akan berhenti bertambah secara proporsional. Selama dorongan emosionalnya, yakni memori dan cin
838 viewsCompletedAdded to Library 25 Times as kappa
Read
+Library
KINASIH

KINASIH

"Ini ... kok mirip punya Papa?" Mariana mengamati sebuah kunci dengan gantungan yang tak asing baginya. Sebuah benda yang terbuat dari besi berwarna perak, dengan ukiran kanguru dan nama negara di bawahnya. Sedangkan saat dia melihat bagian belakang benda itu, Mariana cepat melepaskan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Dia menggeleng kuat, tak kuasa membayangkan lebih jauh tentang suaminya.
1.3K viewsCompletedAdded to Library 33 Times as kappa
Read
+Library
SENDIAKALA

SENDIAKALA

Aku keluar dari kamar dengan didampingi oleh ibu, langkah aku pelan tapi mantap di atas karpet merah yang hanya dipakai untuk acara penting seperti ini. Di tengah halaman, di bawah pohon beringin besar yang dulu sering jadi tempat berkumpul keluarga, sudah disiapkan sebuah meja kecil dengan kain sutra merah tua. Yang akan melaksanakan akad adalah Kyai Hasan dari pesantren tempat aku belajar dan mengajar. Ia adalah orang yang sudah mengenalku sejak kecil, dan juga pernah menjadi teman bicara Bapak sebelum wafat. Wajahnya yang penuh kedalaman dan janggut putih yang panjang membuatnya tampak sangat berwibawa. Ia berdiri di depan meja dan memulai acara dengan membaca ayat suci Al-Qur’an yang mem
471 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as kappa
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status