BATARI
"Kau tahu kapasitas jabatanku. Aku memiliki akses dan kekuasaan yang tidak bisa disentuh oleh Victor, bahkan oleh sisa-sisa pengaruh mendiang ayahmu. Jika kau bersedia memerciyakan sedikit saja ruang di hatimu, aku bisa menjadi pedang sekaligus perisaimu."
Batari memalingkan wajah, menatap Elio dalam-dalam, mencoba menembus manik mata pria itu yang sejernih kristal. Untuk sesedetik saja, ada bagian dari jiwanya yang rapuh yang ingin menyerah pada kehangatan itu, meminta perlindungan agar terlepas dari labirin hitam ini. Namun, aroma dendam di otaknya terlanjur terlalu pekat. Rasa sakit Isabel berteriak lebih nyaring.
Bab Populer