Obsesi Tuan Kaivan
Alesha menatap Kaivan lama, dadanya bergejolak hebat antara keinginan untuk memberi kesempatan dan ketakutan besar akan luka yang mungkin akan kembali ia rasakan, sebelum akhirnya ia membalikkan badan dan melangkah cepat menuju mobilnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi.
Kaivan berdiri mematung menyaksikan kepergian Alesha, dadanya terasa begitu berat, namun di tengah kekecewaan itu, ponselnya tiba-tiba bergetar menampilkan pesan dari Bimo yang membuat wajahnya seketika berubah tegang.
"Pak Kaivan, ada informasi penting yang harus segera Bapak ketahui soal Abitama. Sepertinya dia sudah mulai bergerak lebih jauh dari yang kita duga."