Perishable
Ia menghela napas panjang sembari berdecak, mengasihani sosok yang terbaring lemah di depannya.
"Kenapa nggak mati aja, sih? Gue kan jadi sedih," ucapnya bernada prihatin.
"Hm.., apa gue bantu kerjaannya malaikat maut aja kali, ya?" ia tersenyum lebar sembari mengangkat sebuah gunting ditanganya.
"Lagian, bentar lagi lo juga bakalan mati. Jadi dari pada buang-buang waktu, lebih baik sekarang aja, kan?" ucapnya terkikik geli.
Hot Chapters