Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

Api, petir, dan angin. Tiga kekuatan meledak bersamaan. FOOOOOSH!!! KRAAAK!!! WUUUUUSH!!! Gelombang panas menghantam. Petir menyambar tanpa henti. Angin berputar, mengiris dan merobek. Semua diarahkan ke satu titik—Nara Baixue. Ledakan terjadi berlapis dan berulang. Tak memberi celah. BOOOOM!!! BOOOOM!!! BOOOOM!!!
1027.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 961 kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
Menantu Pahlawan Negara

Menantu Pahlawan Negara

"Kalau hanya sekadar angin bertiup, ya sudah. Tapi, parahnya lagi adalah angin dengan energi negatif itu nggak hanya disertai dengan berbagai suara menakutkan, juga diliputi dengan bau busuk. Aku sudah meminta staf kebersihan untuk membersihkan rumah, tapi tetap saja nggak ada gunanya." "Hal seperti ini nggak pernah terjadi sebelumnya!" Jace memberi tahu Ardika, tengah malam tadi malam saat dia bangun untuk pergi ke kamar kecil, dia dibuat takut setengah mati oleh angin yang disertai hawa dingin tersebut. Lebih menakutkannya lagi adalah, pintu kamar tidur Kasandra juga tertiup oleh angin dengan energi negatif hingga mengeluarkan suara yang keras.
8.82.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88.0K kali sebagai kasur angin
Tampilkan Ulasan (624)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini adalah kisah Petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Aku Seorang Jenius Super

Aku Seorang Jenius Super

Bab 371 : Simp Lain Whoosh Angin yang melolong begitu keras sehingga menyerupai raungan abyssal beast. Dalam sekejap, lautan pasir melonjak ke atas, menutupi langit. Pasir membentang sejauh mata memandang. Ini adalah gurun di mana badai pasir yang mengerikan mengamuk tanpa akhir, dan di tengah badai seperti itu, empat sosok terlihat melesat di langit.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
Belenggu Rumah Darah

Belenggu Rumah Darah

“Gue nggak mau mati, Ga. Gue nggak siap buat mati di rumah itu.” Namun sebelum ada yang bisa bereaksi lebih jauh, angin kencang tiba-tiba menghantam jendela rumah Laras. Suara gedebuk keras menggema di seluruh ruangan, dan mereka semua menoleh dengan cemas. Angin yang tadinya hanya hembusan pelan kini berubah menjadi badai yang mengerikan, meski tidak ada tanda-tanda hujan atau petir di langit. “Sudah dimulai,” gumam Pak Kusuma, suaranya berat. “Mereka sudah mulai mencari kalian.”
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
ASI Untuk Bosku

ASI Untuk Bosku

kata Radit yang akhirnya menaruh sembarang itu dengan sembarang, lalu dia berjalan menghampiri tempat di mana Kina Elina berada. Malam itu langit Jakarta terlihat bersih. Dari jendela kamar hotel yang terbuka lebar, lampu-lampu kota tampak berkelip seperti bintang. Kamar itu diterangi cahaya lembut dari lampu gantung berwarna emas gading. Aroma mawar dari kelopak yang tersebar di lantai dan ranjang membuat suasana terasa hangat dan tenang.
10107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Tanpa peduli mukena yang basah, mata yang sembab dan isak tangis yang tetap tertahan. Hingga tibalah azan subuh berkumandang. Kokok ayam jantan terdengar bersahutan, deru kendaraan pengangkut sayur dan para pedagang pasar, mulai terdengar. Setelah menjalani kewajiban dua rakaat, Asih melipat dan menyimpan kembali alat salatnya. Dia bangkit, membuka jendela, merasakan hembusan angin segar menerpa wajah. Membiarkan helaian anak rambut menari di kening dan sesekali membelai pipi dan kedua mata yang sembab.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
Pendekar Gunung Tiga Maut

Pendekar Gunung Tiga Maut

Danu berteriak dari bawah pohon beringin. Mendengar itu Narga tertawa. “Lihatlah muridmu itu, Rangkasa! Dia sangat mengkhawatirkanmu!” Narga mencibir. Rangkasa tidak menanggapinya. Burung-burung beterbangan di atas sana, atau bahkan di bawah lereng. Mereka seakan menyaksikan dengan khidmat apa yang tengah terjadi di bawahnya. Narga bersiap-siap mengeluarkan jurus Angin Kematian. Sebenarnya itu adalah jurus yang menggunakan tenaga dalam, menggunakan angin yang diperbesar sedemikian rupa sehingga memunculkan angin dengan kekuatan besar. Angin yang mematikan.
1025.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 517 kali sebagai kasur angin
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Kam Pret
Danu, lanjutkan perjalananmu sampai kau benar-benar menemukan Diana. Semoga kisahmu menjadi teladan untuk pemimpin-pemimpin yang tengah bejat. Amin. Permata, nanti jika kamu mendapatkan sebuah pilihan, yaitu meninggalkan Danu atau Diana, aku yakin kamu tidak akan memmilih keduanya. Kamu hebat.
Baca Semua Ulasan
Sejuta fikiran

Sejuta fikiran

Whuss Angin menghembus telinga Gebi, anehnya angin itu terasa hangat.Gebi mempercepat langkah menggenggam erat tas ransel yang dikenakannya. Membuka pintu dengan tergesa gesa seakan ada yang mengikutinya. Brak! Pintu terbanting. Argebi naik kekasur kayunya dengan keras dan menghasilkan bunyi khas. Memejamkan mata beberapa kali ingin membaca hal yang akan terjadi. Mata membola tahu akan gejolak kejadian yang meratapi kesedihan.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
Kisah Seorang Pendekar Kanuragan Pilihan

Kisah Seorang Pendekar Kanuragan Pilihan

ucap Mas Aryo. Mata Askara menajam ketika dia melihat angin puting beliung yang tercipta dari ketiadaan itu meleat cepat kearahnya. “Ini waktu yang tepat untuk menguji seberapa hebat kamu keris Krastala” ucap pemuda itu di dalam batinnya. Askara menebas angin puting beliung itu dengan keris legendaris yang dia genggam dan seketika itu juga angin puting beliung yang mengarah kepadanya musnah begitu saja.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
Embun Cinta

Embun Cinta

Danu berteriak dari bawah pohon beringin. Mendengar itu Narga tertawa. “Lihatlah muridmu itu, Rangkasa! Dia sangat mengkhawatirkanmu!” Narga mencibir. Rangkasa tidak menanggapinya. Burung-burung beterbangan di atas sana, atau bahkan di bawah lereng. Mereka seakan menyaksikan dengan khidmat apa yang tengah terjadi di bawahnya. Narga bersiap-siap mengeluarkan jurus Angin Kematian. Sebenarnya itu adalah jurus yang menggunakan tenaga dalam, menggunakan angin yang diperbesar sedemikian rupa sehingga memunculkan angin dengan kekuatan besar. Angin yang mematikan.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status