Menuju Matahari
Mereka adalah warga Wijil Ngisor, yang baru saja sembuh dari sirep besar-besaran yang dilancarkan Tanpa Aran sekian hari lalu saat menerabas masuk ke puncak Gunung Wijil.
Di salah satu sudut, Bajul memegangi tali kekang kudanya dengan muka muram.
“Harusnya aku bersama Wisnu dan Rinjani sekarang ini, menyelidiki rumah,” gumamnya pelan.
“Tunggu sampai lukamu benar-benar sembuh. Baru kau bisa ikut mereka ke Karang Bendan,” sahut Jaladri datar.
Bajul mendengus. “Belum apa-apa aku sudah bosan. Tanganku gatal ingin melakukan satu-dua pembunuhan.”