Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mahligai Skandal

Mahligai Skandal

Namun ibarat mawar di tepi jurang, susah diraih hanya mampu dilihat dari kejauhan. Sebelum menjawab, Aini mengedar pandangan ke sudut-sudut kafe bernama SAMANTA. Ia mengamati lukisan abstruk di setiap dingding kafe tersebut. Ada juga sebuah tulisan unik tentang filosofi kopi. "Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetaplah kopi. Punya sisi pahit yang tidak mungkin berubah"
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai kata bijak filosofi kopi
Baca
+Pustaka
ISTRI BAYANGAN TUAN CEO

ISTRI BAYANGAN TUAN CEO

Aroma kopi menyeruak saat dia berhasil menggiling biji kopi dan menyeduhnya dengan air panas. "Sekarang katakan, ada tujuan apa kalian datang ke sini? Abang sudah dengar kalau kamu menghilang dari semalam Ra. Jadi tolong jangan ada yang ditutupi." Bang Baim berkata setelah meletakkan kopi yang mengeluarkan uap panas di atas meja.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai kata bijak filosofi kopi
Baca
+Pustaka
Let's Play With Me

Let's Play With Me

“Menolongku dari apa?” “Lupakan saja,” alih Aidan. Cora tak curiga sedikitpun. Fokusnya sekarang, ingin segera meminum kopi terlezat yang masih Aidan seduh. Aroma kopi dari Sakha itu, berhasil mengalihkan dunianya. Andai biji kopi itu adalah manusia, Cora pasti sudah menjadikan biji kopi itu sebagai kekasihnya. Bukan hanya aromanya, rasa kopi itu adalah rasa paling sempurna di antara kopi-kopi lainnya. Sensasi rasa baru yang menyentuh lidahnya, sangat luar biasa.
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai kata bijak filosofi kopi
Baca
+Pustaka
Bukan Wanita Impian Suamiku

Bukan Wanita Impian Suamiku

Aku tertawa kecil. “Tidak ada sesuatu yang tidak betah tanpa alasan,” ucapku sambil menyesap kopi yang sudah tidak panas lagi. “Seperti kopi ini. Sekarang sudah mulai dingin. Itu bukan karena sebelumnya tidak hangat. Tapi karena sebelumnya diabaikan.” Sengaja aku melontarkan kata-kata kiasan. Mmeberi tahu makhluk seperti di sampingku tidak cukup dengan kata, tapi dengan disertakan contoh yang mungkin bisa membukakan pikiran.
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 995 kali sebagai kata bijak filosofi kopi
Baca
+Pustaka
Hasrat Berbahaya sang Pewaris Duda

Hasrat Berbahaya sang Pewaris Duda

Ujarku sambil menatap wajah tuanya. Bapak cuma tersenyum getir. Perlahan dia mengaduk kopi di depannya lalu berucap bijaksana. "Bukan kopinya yang enak, tapi kenangannya." Tentu saja aku cuma tersenyum menanggapi bapak, sebab apa yang beliau katakan memang benar. Manalah mungkin kopi hitam sederhana yang diracik bermodalkan air panas saja bisa mengalahkan rasa kopi yang diracik khusus oleh barista berpengalaman.
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai kata bijak filosofi kopi
Baca
+Pustaka
Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

Amran berdiri, menunjuk kedai di ujung selatan. Mei ikut bangkit, menatap plang kayu berbetuk bulat bertuliskan Omah Kopi. Di atas tulisan tercetak gambar cangkir dengan asap cokelat mengepul di atasnya. "Tidak jadi soal minum di mana, Prof. Yang penting, dengan siapa kita minum kopi." Bibir Mei membentuk bulan sabit. "Mungkin minum denganmu bisa membuat kopiku berubah rasa. Tidak sepahit dulu.”
1044.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kata bijak filosofi kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status