Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

Aricha sangat menyukai kopi, selain aromanya yang enak alasan lainnya karena pesan gurunya. "Guru diniyah-ku pernah bilang, selama bau biji kopi masih tercium aromanya di mulut seseorang, maka selama itu pula malaikat akan beristighfar untuknya," katanya saat kutanyakan kenapa ia sangat suka minuman pahit itu. Begitu pula dengan kalung tasbih maupun gelang Kokka. Ia punya alasan sendiri.
109.3K viewsCompletedAdded to Library 194 Times as filosofi kopi dewi lestari
Show Reviews (10)
Read
+Library
Mita el Rahma
Semoga terhibur dan mendapatkan sesuatu yang terselip-selip dalam cerita setiap chapternya ... Jangan lupa tinggalkan jejak rate dan komen karena itu adalah vitamin buat author ... Tengkyu untuk semua reader kesayangan yang udah kasih support. Semoga Allah limpahkan kasih sayangNya pada kita ...
Rendra Lima
lanjutannya usahain ceritanya yang ringan aja..klo bs konflik nya sedikit aja..klo terlalu banyak dan muter2 bakal bosen juga hehe...so far msh ringan lah...masih bisa dinikmati sambil minum soklat hangat di Indomaret..wkwkwkwkwk...
Read All Reviews
Persimpangan Pilihan

Persimpangan Pilihan

Robby seakan sedang menjadi barista kopi yang paham betul dengan filosofinya. Bella terkekeh dengan menutup mulutnya. Cara tertawanya itu kembali menyihir Robby. Entah kenapa pertemuan mereka ini malah membuat Robby sendiri menyalah artikannya. Pertemuan ini bertujuan untuk meminta Bella membuat sebuah kue ulang tahun dengan berkedok agar Bella bisa bangkit dari masa lalunya. Terlihat berlebihan tidak? Entahlah. "Jadi, kamu paham banget sama filosofi per-kopi-an ini?" Bella sudah bisa memberhentikan tertawanya dan menyambung obrolan dengan Robby.
106.6K viewsCompletedAdded to Library 144 Times as filosofi kopi dewi lestari
Read
+Library
Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Namun, begitu membuka lemari, fokusnya teralihkan. Deretan stoples di hadapannya telah diberi label nama-nama hari. Kopi Black Ivory untuk hari Senin, Finca El Injerto untuk Selasa, Saint Helena untuk Rabu, Hacienda La Esmeralda untuk Kamis, dan kopi luwak untuk Jumat. Isi lemari itu lebih mahal dari gaji bulanannya! "Apakah perlu teknik khusus untuk menyeduhnya?" desah Kara khawatir. Ia bisa membayangkan kemarahan Frank jika ia menyia-nyiakan bubuk kopi itu.
10500.6K viewsCompletedAdded to Library 17.0K Times as filosofi kopi dewi lestari
Show Reviews (43)
Read
+Library
evaluasi alamiah
Bagus sih pas awal2 cerita,alurnya sedikit bertolak belakang.Biasanya CEO nyari tau atw mw tanggung jawab si Frank ini malah sebaliknya.Kakek biasanya seneng dpt cucu,Rowan ini malah sempet mw bunuh.Tapi mkn ke sini agak kurang gmn gitu,dialognya kaya kurang macho bwt tokoh Frank.
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Read All Reviews
Bangkitnya Sang Miliarder Sejati

Bangkitnya Sang Miliarder Sejati

Terpancing Emosi Pemilik warung kopi menghampiri dengan membawa satu nampan kopi yang di pesan oleh Tian dan orang-orang yang duduk bersamanya sesaat setelah pembahasan masalah honor selesai. Ia nampak melayani sendiri tanpa ada satu orang pun yang membantunya. Bukan hanya kopi hitam saja yang biasa mereka pesan, melainkan ada dua mangkuk mie instan untuk tiap orang yang disajikan secara berurutan.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 239 Times as filosofi kopi dewi lestari
Read
+Library
Kopi Panas Untuk Si Jalang

Kopi Panas Untuk Si Jalang

“Kau tahu Nona? Apa yang paling berharga dari segelas wine yang di simpan selama beberapa tahun lamanya.” “Ya, sebuah kepercayaan. Kepercayaan yang layaknya bak kaca bersih dan sangat rapuh keberadaannya. Kaca itu dijaga sangat hati-hati, dirawat agar tak tersakiti. Namun …” Nona itu berhenti berkata, rasa-rasanya suaranya ketika berkata terdengar parau. Seperti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan oleh semua wanita. Setelah menarik nafasnya dalam-dalam dan begitu pula menghunuskan cerutunya, Nona itu melanjutkan perkataannya. Kali ini agak berbeda, karena Nona itu menyimpan topinya, menatap Latisya yang berada di sebelahnya. “Astaga, tidak terduga. Dia begitu cantik ketika melepas topi yan
1.9K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as filosofi kopi dewi lestari
Read
+Library
(Not) A Queen

(Not) A Queen

Mungkin lebih tepatnya, Feris akan tetap menyimpan kenangan itu di sudut hatinya yang lain sebagai pengingat kalau dirinya pernah mengabdi sampai tuan putrinya tiada. Tak berapa lama kemudian, Lusi masuk ke ruangan itu. Dia membawa tiga cup styrofoam. “Maaf, aku agak lama. Aku membawa kopi susu yang masih hangat.” Ia meletakkan tiga cup styrofoam di meja. Kehadiran Lusi di ruangan ini adalah tanda ditutupnya obrolan penuh petuahn dari Bibi Lani.
1017.8K viewsCompletedAdded to Library 676 Times as filosofi kopi dewi lestari
Read
+Library
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Segala hal ingin ia jelajahi. Saat ini mereka tengah ngafe-ngafe cantik di gerai kopi paling populer berlogo putri duyung bermahkota. Ya, Starbuck* adalah gerai kopi elit yang sering didatangi para eksekutif. Wanti menggandrungi tempat ini karena ia menyukai menu kopi hitamnya. Aromanya harum dan strong. Sementara Suri suka kalau sedang ada promo-promo saja.
1082.2K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as filosofi kopi dewi lestari
Read
+Library
LALI

LALI

Dewa memberikan sebuah kesimpulan. Dewa memang pandai menjadi pujangga ketika sahabatnya sednag berada di masa-masa sulit. Harun melirik bangga pada sahabatnya ini. Kopi yang berpindah kepemilikan ini di serahkan pada Dewa. “Ini buat kamu, Wa,” “Karena kamu sudah baik banget denganku,” Harun menyerahkan kopi yang tinggal ampasnya. “Sial, ini kopiku, Run”
106.0K viewsOngoingAdded to Library 220 Times as filosofi kopi dewi lestari
Read
+Library
Perempuan Bermahar Lima Miliar

Perempuan Bermahar Lima Miliar

PEREMPUAN BERMAHAR LIMA MILIAR Penulis : David Khanz Bagian (76) Episode : Filosopi Secangkir Kopi Hamizan membawakan dua cangkir kopi ke depan rumah, dimana saat itu Muzakir sedang duduk sendirian sambil mengawasi Fadlan dan Amara yang sedang bermain-main di taman. “Assalaamu’alaikum,” ucap Hamizan begitu mendekati sosok suami dari kakak iparnya tersebut.
95.3K viewsCompletedAdded to Library 105 Times as filosofi kopi dewi lestari
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status