Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Suami Warisan

Suami Warisan

“Ah, bicara dengan Anda mengingatkan saya pada kakek saya. Maaf, bukan menghina, tapi kedewasaan Anda dan kebijaksaan Anda melebihi usia. Ngomong-ngomong apakah Anda menyukai filosofi?” “Saya tidak pernah kuliah filosofi, namun saya cukup sensitive mengenai kehidupan …. Saya juga banyak baca buku dan mengenal kehidupan di sekeliling saya. Waktu yang saya habiskan di dunia ini …. Terasa begitu lama, juga menyesakkan. Beberapa tahun belakangan mengajarkan banyak hal.” “Pengalaman memang guru yang paling berharga, ya?”
10157.9K viewsCompletedAdded to Library 4.1K Times as filosofi kopi dalam kehidupan
Show Reviews (58)
Read
+Library
Kikiw
Baru tau cerita ini kemarin pas lg sale 70%. Asli! nyesel banget pagi ini krn gk langsung buka semua bab pdhl ada koin! gara2 ketiduran pas baca semalem ... But, semoga bisa ngelarin cerita si Akang, karena emang sekeren itu ceritanya meskipun belum ada 20 bab yg kubaca!
Mo Xiang Liu Yun
[...6] Saya baru pernah baca novel Indonesia sebagus ini, ceritanya lain daripada yang lain, bacanya engga mau udahan, selalu penasaran pengen tahu kelanjutannya, susah move on. Untung akhirnya Narendra jadian sama Rengganis jadi engga bikin kecewa. Di bab terakhir seharusnya ada Narendra menikah res
Read All Reviews
MANT(en)AN

MANT(en)AN

Risna berjalan ke dapur untuk membuat secangkir kopi. Sebetulnya, alasanku menyukai kopi yang tak terlalu manis adalah karena aku tidak suka menggantungkan harapan pada kenyataan yang manis-manis. Yah, ini hanya filosofi abal-abal yang aku buat sendiri. Setidaknya, dengan menelan rasa pahit itu, aku berharap bisa terbiasa dengan semua kenyataan kelam yang ada.
103.2K viewsOn holdAdded to Library 105 Times as filosofi kopi dalam kehidupan
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Seperti yang saya ungkapkan saat itu, kenapa bersandar pada pintu bisa mencegah datangnya rizki? Kami bergantian meminum kopi dalam satu gelas, kopi hitam pula. Di pesantren kami, bahkan seluruh pesantren, sudah terbiasa dengan meminum kopi satu gelas untuk berdua. Bahkan, handuk satu, peralatan mandi satu. Tapi, kami mempunyai kitab sendiri-sendiri. “Mal, kamu pernah tidak berpikir bahwa hidup ini selalu monoton?” kemudian Alfin yang bertanya setelah beberapa saat diam.
8.99.9K viewsCompletedAdded to Library 336 Times as filosofi kopi dalam kehidupan
Read
+Library
Broken Wings

Broken Wings

cetusku merespon percakapannya. "Iya, bagiku kopi itu unik, Mei. Dia pahit, tapi hampir setiap orang menyukainya. Lihat saja sekarang usaha booth kopi makin menjamur, kan. Terlepas kopi yang disajikan hanya sekedar kopi sachet yang diberi es dan gula yang banyak, tapi aromanya disukai hampir semua orang." Dia berhenti berbicara sejenak, "Kalau buatku, kopi itu hampir sama dengan hidup, terkadang sesuatu yang menurut kita terasa pahit di awal, belum tentu rasanya tidak enak. Kopi itu nikmatnya bukan pada saat tegukan pertama, kamu harus menyesapnya perlahan, disana baru terasa kenikmatan kopi. Ciri khas kopinya baru terasa," lanjutnya.
108.0K viewsCompletedAdded to Library 206 Times as filosofi kopi dalam kehidupan
Read
+Library
Pelabuhan terakhirku

Pelabuhan terakhirku

Langkah selanjutnya hanya tinggal menyusunnya menjadi sebuah karya tulis. Amaz dan Binar menyusuri pantai itu. "Kamu tahu, kenapa kopi itu erat kaitannya dengan filosofi." Tutur Amaz. "Kenapa?" Tanya Binar. "Itu karena banyak hal yang harus kita pelajari dari kopi. Kopi itu banyak pencintanya. Selain rasanya yang unik ia juga memberi banyak efek," ujar Amaz terhenti. "Iya juga. Kita susah tidur kalau minum kopi. Hal itu mengajarkan kita untuk selalu memanfaatkan waktu sebaik mungkin."
1010.2K viewsOngoingAdded to Library 406 Times as filosofi kopi dalam kehidupan
Read
+Library
Tetangga Kos Menawan

Tetangga Kos Menawan

terang gw ke Rena "gini gini, kalo ibarat kopi item nih ya lo tambahin gula gula sedikit demi sedikit, trus lo rasain...kalo emang masih kurang ya lo tambahin lagi sampe rasanya pas" terang gw ke Rena setengah ngelantur "loh apa hubungannya hidup gw sama kopi ?" tanya Rena setengah keheranan "ya ada dong Ren, tiap orang khan pasti punya pahit dan manis nya idup. Nah sekarang kalo lo emang baru ngerasain paitnya, ya lo usaha cari gulanya lah !" gw sendiri berfilosofi
8.918.3K viewsCompletedAdded to Library 603 Times as filosofi kopi dalam kehidupan
Read
+Library
Mainan Baru Tuan Montevista

Mainan Baru Tuan Montevista

balasku sambil membersihkan meja dengan kain lap, menyibukkan diri agar tidak perlu menatap matanya. “Aku serius,” sahutnya, meletakkan cangkir itu. Dia memperhatikan gerak-gerikku dengan tatapan yang intens. “Kopi ini... rasanya seperti rumah. Rasanya seperti kehidupan yang seharusnya kita jalani bertahun-tahun yang lalu.”
103.2K viewsCompletedAdded to Library 90 Times as filosofi kopi dalam kehidupan
Read
+Library
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Randi duduk sambil menyesap kopi. “Gue sadar sekarang. Konten terbaik adalah rasa yang dibagi tanpa filter.” Toyo tersenyum. “Makanya kopi di sini nggak pernah disajikan di gelas plastik.” Karina mengangguk. “Karena rasa... tidak bisa direkam. Tapi bisa dikenang.” Dan malam itu, WarKoDuBa menyeduh satu hal penting: kesederhanaan.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as filosofi kopi dalam kehidupan
Read
+Library
Istri Paksa Sang CEO Posesif

Istri Paksa Sang CEO Posesif

“Hmm… kalau gitu, sebagai kompensasi moral, lo traktir gue kopi. Kopi mahal, bukan kopi mesin markas.” Raven tak tahan tertawa lagi. “Kopi lagi, kopi lagi.” “Ya ampun, biarin dong,” kata Rian dengan gaya lebay. “Kopi tuh penyelamat jiwa gue dari semua kekacauan kalian berdua.” Arkana menepuk bahunya sambil tersenyum. “Oke, kopi hitam kayak biasa?” “Hitam dan pahit,” jawab Rian mantap. “Kayak hidup lo, tapi penuh arti.”
1.4K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as filosofi kopi dalam kehidupan
Read
+Library
Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau

Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau

“Pakde, ini bukan tentang kopi aja, kan?” tanya Lily dengan mata yang terlihat sendu. “Engga, bukan hanya kopi. Tapi filosopi tentang kopi ini, bisa dipergunakan untuk banyak hal.” Danu sedang dalam mode yang serius. Tampan, berwibawa dan menggetarkan isi dada. Lily tersenyum. Ia seperti tak kuat menahan pesona bapak kostnya yang luar biasa. Seperti, saat itu juga ingin ia dekap Danu setelah itu melepaskan handuk yang melilit di tubuhnya.
1024.5K viewsOngoingAdded to Library 785 Times as filosofi kopi dalam kehidupan
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status