Ifat
“Tentu saja tidak. Tak ada satu perempuan pun yang bisa terpuaskan dengan cara-cara transaksional seperti itu. Kalau pun ada, entah ya, aku belum pernah tahu tuh.”
Aku mengangguk-angguk. Paling tidak, kali ini aku mendapat sebuah sudut pandang.
“Aku hanya ingin,” lanjut Kassandra.
“Aku hanya bisa.., menikmati proses itu dan bisa terpuaskan hanya dengan orang yang aku cinta.”
Tunggu, tunggu sebentar! Aku pernah mendengar kalimat semacam ini diucapkan oleh seseorang. Redaksinya sedikit berbeda, tapi pada intinya sama.
Hot Chapters