Ketika Istriku Minta Talak
Helminawati Pandiakering sudah air matakudada terasa panas dan berkeringatkata kata aku merindukanmulirik seperti wanita mengurapimu
Tak bisakah mengucap sepatah kata bilang mau?
“Ya, Sayang. Itu artinya mau, kan? Aku hanya meminta sepatah kata, dan kau sudah menyebutnya. Terima kasih, Sayang.”
Mas Danu meraih tanganku. Membawanya ke bibir lalu mengecupnya dengan lembut. Kecupan itu sungguh terasa menggetarkan kalbu. Dari ujung jemari yang masih menempel di bibirnya merambat ke seluruh tubuh, bermuara di dalam relung kalbu. Lama mengaduk di sana, ciptakan elegi yang belum kupaham maknanya. Ya, aku belum paham, tetapi rasa ini ada. Entah apa. Terasa begitu asing, namun menjanjikan kenikmatan yang sempurna.