Gairah Sopir dan Majikan
Setibanya di Bandara YIA, aroma udara Jogja yang khas—perpaduan antara wangi tanah, sate klathak yang terbayang di benak, dan keramahan yang kental—menyambut mereka.
Pak Tejo sudah menunggu di area kedatangan dengan mobil tuanya yang masih terawat. Wajah bapak angkat Brian itu tampak sangat sumringah, meskipun gurat-gurat kelelahan karena mengurus administrasi tanah tidak bisa disembunyikan.
"Le, Brian! Nduk Jessy! Akhirnya sampai juga," sambut Pak Tejo sambil memeluk Brian erat dan menepuk-nepuk punggung menantunya itu.