Catatan Usang
“Cih, Aku tahu, seperti apa aku di mata keluargamu. Bukankah dari dulu, kamu juga menyukai dia? Seharusnya kamu enggak meninggalkan catatanusangmu di kamar kita. Aku tahu sejak pulang dari rumah sakit, kamu mencaribenda ini siang dan malam ‘kan?”
“Jadi buku itu ada di kamu?” Prily tak tahu lagi harus bicara apa, selain pertanyaan sia-sia yang dia sendiri sudah tahu jawabannya. Ia begitu gugup, Arjuna pasti telah membaca semua isinya. Mati sudah, buku ituhampir semuanya berisi curahan hatinya tentang Akbar. Belum lagi beberapa keluhannya selama berumah tangga dengan Arjuna.
“Aku membakarnya.”
Bab Populer