KURELAKAN SUAMIKU UNTUK MANTANNYA
Agar semua tetanggaku berdecak kagum, melihatnya.
"Kita lihat saja, Bu ibu, nanti seperti apa. Asal kalian tahu. Saya sebenarnya sudah punya calon suami. Dia sudah punya rumah yang indah, lantai dua. Karirnya juga sudah mapan. Wajahnya juga sangat tampan. Hanya saja, saya memang tidak suka koar-koar. Tapi begitu nanti kami sudah menikah, akan kupastikan, kalian semua akan menyesal dengan penghinaan yang kalian berikan hari ini," jawabku.
"Coba saja, buktikan omonganmu. Katanya punya calon suami, kok nggak pernah diajak main ke sini. Suami orang, mungkin, dia, ya?" Lagi-lagi mereka tertawa.