Hai Om, Aku Calon Istrimu!
“Hehe, iya, Ma. Aku senang banget, malah lebih dari itu. Terima kasih ya, Ma.”
“Justru Mama yang harusnya berterima kasih sama kamu, Nak.” Beliau menepuk punggung tanganku. “Sejak ada kamu, Kais jadi lebih sering senyum dan sudah gak gila kerja lagi.”
Hatiku mencelos sekaligus menghangat.
Bahagia? Aku? Membahagiakan Om Kais?
“Mama cuma punya satu pesan,” lanjut beliau. “Apa pun konsep yang kamu mau—intim, sederhana, mewah, outdoor, indoor—silakan. Jangan takut merepotkan.”