Kepergian Istri yang Tuan Dingin Sesali
Glory Bellatanda tangan raniwanita cantik berkacamata hitamgambar kaca mata wanitaorang asing dalam cermin
Ia mencoba melempar tebakan pada putranya.
“Dool, Ma, dool!” sahut Radeva langsung.
Kini perut Ranaya semakin terguncang lebih keras. Sambil fokus menyetir, ia menoleh ke arah Radeva.
“Door, Sayang. Pakai huruf R, bukan L. Coba bilang rawrrr,” godanya.
Sontak Radeva mengerucutkan bibirnya dan bersedekap. “Kan Depa belum bisa bilang ‘el’, Mama!”