Dinikahi untuk diduakan
Entah kenapa aku tak merasa sedih mendengar kekecewaan suamiku itu.
“Oh, sabar ya ambil hikmahnya aja, siapa tau kalo pak Wahid membayarkan kewajibannya itu sama abi, abi malah pake uang itu buat kawin lagi,” ucap ku ketus.
Suamiku hanya diam dan memejamkan matanya, berusaha ikhlas dan seperti biasa....dia menghindari perdebatan.
Aku, mama dan ibu mertuaku sudah mempersiapkan diri untuk kedatangan Utari, mama dan ibu mertuaku malah yang lebih bersemangat seakan-akan sudah siap untuk berperang dan yakin menang.
Hot Chapters