Terjerat Daun Muda
Jauhari terdiam sejenak, kemudian dia berkata, "Ran, bentar lagi bulan puasa. Aku mau minta maaf, jika selama kita bersahabat, ada kata-kata atau sikapku yang salah."
Khairani menggeleng, lupa bila tidak sedang berhadapan dengan Jauhari. "Abang nggak ada salah. Justru aku yang sering banget ngerepotin Abang."
"Aku nggak merasa direpotkan."
"Iyekan jaklah. Biar aku senang."
"Aok di-beh, dong, deh."
Khairani dan Jauhari sama-sama terkekeh dengan candaan mereka yang menggunakan bahasa Melayu khas Kalimantan Barat, kampung halaman Khairani.
Chapitres populaires