Karma Perselingkuhan
"Iya, Pak, Bu. Titip Zea, ya. Fatimah berangkat dulu, takut kesorean di jalan."
Bapak dan Ibu mengangguk. Mereka tersenyum, seolah memberikan kekuatan agar aku tetap maju. Menjalani apa yang sudah menjadi keputusanku.
"Kamu, fokus saja sama pelatihan keterampilan di sana. Jangan lupa banyak-banyak berdoa, mohon ampun dan pasrah pada Allah, Nak. Masalah Zea, percayakan saja sama kami. Kamu fokus saja sama cita-cita, hm?"